Kamis, 28 Maret 2013

Pendakian arjuna, pelarian dari mengisi kekosongan waktu liburan yang memang sebenarnya saya juga tak tahu mau apa dikosan. Hehe. Jadi, wajar masih banyak kekurangan di dalam pendakian ini, karena persiapannya yang juga mendadak hehehe.

Sebelumnya, kenalan dulu ya sama 6 personil pendakian Arjuna kali ini. Di sini ada saya sendiri, Midyana Restu Pradani a.k.a Midy (diksar 23), ada Mikhael Andre Juan Kurniawan a.k.a Andre (diksar 23), ada Alvin Imam Rushady a.k.a Alvin (K3’2012), ada Anjang (Sentraya Bhuana), ada Leo Borneo a.k.a Leo (Sejarah’2009), dan yang terakhir Hasyrul Afif a.k.a Apip (Sejarah’2009).

Selepas pulang kuliah, tepatnya pukul 16.00, saya bergegas untuk packing dan menuju kontrakan untuk berbelanja logistik kelompok. Semula kami ingin berangkat pukul 17.00, namun ada beberapa kendala, sehingga kami memutuskan untuk menyelesaikan segala urusan kami di Solo terlebih dahulu, dan berangkat pukul 22.00, agar kami dapat tiba di Malang saat pagi hari, supaya mudah mendapatkan transport ke kaki gunung juga.

Tepat pukul 22.00, kami berangkat dari depan kampus UNS dengan menggunakan bis Sumber Kencono. Di dalam bis cukup penuh, dan kami terpaksa harus berdiri sebentar hehe. Maklum saja, kan memang long weekend, jadi sebagian perantau mudik ke kampung halamannya. Beda sama kita yang malah pada naik gunung haha :p

Jumat, 29 Maret 2013

Waktu menunjukan pukul 04.30 dan bis pun berhenti di Terminal Bungur Asih (terminal Surabaya). Kami turun dan berganti bis dengan bis jurusan Purwosari (Malang). Rombongan turun di Pasar Purwosari pada pukul 06.00 dan kami pun beristirahat sejenak di pasar sembari melengkapi segala logistik kelompok yang kurang, serta sarapan untuk mengisi tenaga untuk treking hari ini. Setelah kebutuhan untuk beberapa hari ini terpenuhi, rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke basecamp pendakian via Purwosari dengan menggunakan ojek. Perjalanan dari Pasar Purwosari sampai basecamp cukup lama. Lumayan pegal juga menahan carrier, ditambah jalanannya yang memang tidak begitu bagus. Sesampainya di basecamp, kami mengurus perizinan dan membenarkan packingan. Tak lupa kami berdoa demi kelancaran selama naik gunung hingga kembali lagi ke Solo.

1(basecamp pendakian via purwosari)

Pendakian dimulai pukul 08.00. Kami berjalan menyusuri hutan yang lumayan rapat dan memang Arjuna ini dikenal sebagai gunung seribu jalur karena banyak sekali percabangan, jadi hati-hati yaa. Kami naik berbarengan dengan rombongan warga yang ingin berziarah ke tempat-tempat yang disucikan di gunung ini, karena gunung ini juga terkenal dengan tempat-tempat yang disucikan, seperti gunung lawu :o. Setelah  45 menit berjalan akhirnya kami sampai di Pos 1 (Goa Ontoboego). Di sini ada tempat yang disucikan juga. Pos ini cukup lebar untuk mendirikan beberapa tenda.

2(pos 1 – guo ontoboego)

Pukul 09.00 kami melanjutkan perjalanan ke Pos 2. Sekitar 1 jam berjalan, sampailah kita di pos 2 (Tampuono). Di sini ada sendang atau mata air yang bernama “Sendang Dewi Kunti”. Sendang ini juga di sucikan sebagai tempat ziarah.

3

(pos 2 – sendang dewi kunti)

Karena Pos 2 adalah warung, maka kami memutuskan untuk beristirahat cukup lama sembari mengobrol dengan penjaga warung, serta minum teh dan makan roti yang dijual di warung tersebut. Sekitar 45 menit istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 3 (Eyang Sakri). Tak disangka ternyata Pos 2 ke Pos 3 hanya 10 menit, perbedaan melewati jalur Purwosari dan Lawang adalah, untuk jalur Purwosari dari Pos 1 ke pos lainnya cukup dekat, sedangkan Lawang Pos 1 ke pos lainnya cukup jauh. Jadi terserah kalian deh mau pilih yang mana hehe. Oya, dari Pos 2, perjalanan kami mulai diguyur hujan yang lumayan lebat -_- jadi maaf buat Pos 3 gak ada dokumentasinya soalnya kita gak istirahat, juga lagian baru 10 menit jalan kan? Hehe

Di perjalanan ke Pos 4 kami bertemu dengan rombongan surabaya. Mereka beramai-ramai. Karena bete juga menunggu jalannya mereka, jadi kami salip deh hihi :p. Sekitar 1 jam kita berjalan, sampailah kami di Pos 4 (Eyang Semar)

4

(pos 4 – eyang semar)

Sesampainya di Pos 4, kami istirahat sebentar sambil melepas raincoat hujan sudah reda. Eh, ternyata ada warga sekitar juga yang naik, terus kita mengobrol lagi, seputar gunung Arjuna dan jalur-jalurnya. Eh, kata mas-masnya Pos 5 cuma 15 menit jadi kami melanjutkan perjalanan lagi untuk makan siang. Setelah berjalan 15 menit, kami ga sampai-sampai di tujuan. Ternyata kami memakan waktu 25-30 menit. Mungkin mas–masnya bilang 15 menit kalo ngga bawa beban  -_-

5](pos 5 – Makhutarama)

Di Pos 5, pukul 12.00 kami beristirahat untuk makan siang dan mengambil air, karena di sini sumber air terakhir sebelum puncak, juga pos terakhir yang ada pondok-pondoknya. Disini kami beristirahat dulu di tempat istirahat semacam “mbok yem”-nya lawu sampai jam 15.00, lalu kami melanjutkan ke Pos 6. Perjalanan ke pos 6 (Candi Sepilar) memakan waktu 15 menit. Sebenarnya Pos 6 tidak terlalu jauh dengan Pos 5, namun karena jalurnya berupa anak tangga, jadi.. lumayaan lah haha :p. Perjalanan dilanjutkan menuju di Pos 7, di tengah perjalanan kami diguyur hujan yang lumayan deras, dan memang rencana awal kami nge-camp di Pos 7. Setelah berjalan sekitar 1.5 jam, sampailah kita di Pos 7 (Jawadipa). Pos ini cukup untuk 3-5 tenda. Di sini kami mendirikan tenda dan sebagian yang lain memasak air hangat. Setelah jadi, kami berganti baju dan istirahat.

Sabtu, 30 Maret 2013

Pukul 05.00 kami bangun. Sebenarnya niat awalnya, kami ingin summit attack untuk meihat sunrise, tapi kami kesiangan sampai di puncak haha. Kami bangun lalu sarapan roti tawar untuk mempersingkat waktu dan packing secepat mungkin, tapi di tengah jalan ternyata kita kelaparan, jadinya nge-tracknya makin lama deh hihi. Kami sampai Puncak Ogal Agil (3339mdpl) jam 12.00 siang. Sayangnya, cuaca mendung banget dan lagi-lagi hujan, sehingga kami mencari tempat teduhan untuk masak. Karena hujan tak kunjung reda kami mengambil keputusan untuk ngecamp di Puncak Ringgit (puncak sebelah Puncak Ogal Agil). Banyak pertimbangan sekali untuk camp disini karena kita belum dapat view yang bagus di puncak Arjuna, tapi jika dilanjutkan ke Welirang belum tentu dapet view yang bagus juga. Disamping itu persediaan air kami juga menipis. Karena hujan, kami manfaatkan jas hujan untuk menampung air guna minum dan masak.  Hujan tak kunjung reda hingga magrib, kami nggak bisa bayangin kalo kami ngelanjutin turun kebawah karena jarak pandang juga hanya beberapa meter saja. Akhirnya kami camp di sana, masak tumis kacang panjang sama tempe dan membuat kentang goreng deh hihi :p. Setelah makan kami main kartu sampai magrib. Sebelum magrib, tadinya kami ingin melihat sunset, tapi gara-gara hujan apa daya, kami cuma ditenda terus sampai akhirnya setelah magrib, kami tidur.

6(puncak ringgit)

Minggu, 31 Maret 2013

Pukul 05.00 kami terbangun dari tidur untuk melihat lukisan Allah SWT di ketinggian puncak arjuna.

7

Oh ya karena di sini anggota vagusnya cuma aku sama Andre, kami punya hadiah buat Vagus, ya walaupun nggak begitu jelas tulisannya tapi yang penting niatnya yaa.

8 9

Yaaaap ini persembahan kami untuk dies natalis Vagus yang ke 30, semoga Vagus tetap eksis di dunia kepecintaalaman dan tim bantuan medisnya. Pokoknya sukses terus lah ya

Happy LUSTRUM KE 6.

Setelah puas foto–foto di puncak, waktunya sarapan pagi. Sarapan pagi kali ini istimewa banget, ada sayur sop, tempe goreng, tumis kacang panjang, nata de coco sama susu

10

Jam menunjukan pukul 11.00, waktunya kita turun ke bawah. Kali ini turun bukan lewat Purwosari, tapi via Tretes. Yah walaupun harapan kita pupus untuk ke puncak Welirang, tapi tak apalah kita lintas jalur hehe. Lagi-lagi kami diguyur hujan lagi. Setelah 1.5 jam, kami sampai di Lembah Kijang. Katanya sih, dulu dinamakan Lembah Kijang karena banyak kijangnya, tapi nggak tahu deh sekarang, kayanya udah nggak ada. Di sini nih surganya Gunung Arjuna.

11

Setelah puas foto–foto di sini, kami melanjutkan perjalanan ke Pos Pondokan (Pos 3). Ingin rasanya balik ke sini deh kalo naik Arjuna hehe. Sekitar jam 14.00, kami tiba di Pos 3. Sambil istirahat, kami mempersiapkan diri karena setelah ini perjalanan ke bawah adalah jalur “makadam”, jalur bebatuan yang disusun rapi, namun bukan berbentuk tangga, ya seperti Lawu via Cemoro Sewu. Pos 3 ini adalah pos terakhir juga buat ke Puncak Welirang, istilahnya pertigaan antara turun via Tretes, Puncak Arjuna, dan Puncak Welirang hehe. Di sini juga tempat posnya buat para penambang belerang juga.

12(pos 3 – pondokan)

Perjalanan dilanjut lagi ke pos 2. Perjalanan yang cukup membosankan karena jalur yang di lewati bebatuan tak teratur dan diguyur hujan hingga sampai di Pos 1. Perjalanan ke pos 2 ditempuh selama 2 jam. Pos 2 (Kokopan) berupa warung, sehingga di sini kami bisa jajan, biasanya bapak-bapak yang jaga menjual teh hangat dan gorengan. Perjalanan dilanjutkan, jarak tempuhnya juga lumayan lama karena dipotong sama magrib. Kami sampai di Pos 1 pukul 19.00. Pos 1 (Petbocor) juga berupa warung. Lanjut lagi perjalanan ke pos perizinan selama 30 menit. Jadi perjalanan pendakian berakhir pukul 19.30.

Kami segera bersiap untuk kembali ke Solo. Di pos perizinan kalian bisa beli souvenir seperti layaknya basecamp-basecamp pendakian pada umumnya. Setelah bersiap, kami ke pasar buah untuk mencari makan dan naik bis jurusan Bungur Asih. Kami sampai di Surabaya (Bungur Asih) pukul 00.00 tepat. Kami melanjutkan perjalanan ke Solo dengan bis Sumber Kencono lagi. Karena pendakian ini menguras banyak tenaga terutama saat turun, kami merasa sangat lelah, hingga saat di dalam bis kami tertidur pulas. Kami sampai di UNS pukul 05.00 dan kami pun pulang ke kosan masing-masing.

Usai sudah pendakian arjuna kali ini, maaf yaa midy disini jadi curhat hehe. Semoga catatan perjalanan ini bermanfaat bagi kalian yang ingin pendakian ke arjuna. Sampai jumpa di pendakian selanjutnyaaa.. See you!

Penulis: Midyana Restu (XXIII)

Editor: Gisti Respati (V.XXII.016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.