YUK, KELOLA SAMPAH MASKERMU!

Salah satu protokol kesehatan untuk mengendalikan transmisi dan penularan virus COVID-19 adalah dengan menggunakan masker sebagai alat pelindung diri, baik masker sekali pakai atau masker kain yang dapat dicuci kembali. Karena masker sekali pakai lebih praktis dan dirasa lebih melindungi, masker ini banyak dipilih oleh masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah. Tak heran jika limbah akibat masker sekali pakai selama pandemi naik tajam.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat per 27 April 2020 hingga 17 Januari 2021 limbah medis dari seluruh fasyankes mencapai 12.785 ton di Jakarta. Sedangkan limbah masker sekali pakai per april hingga desember 2020 di Jakarta mencapai 1,5 ton. Belum lagi jika di total sampah masker sekali pakai di seluruh Indonesia atau dunia, limbah ini akan menjadi sumber pencemaran lingkungan baru terhadap alam dan dapat mengancam kelangsungan hidup hewan.

Sampah masker sekali pakai jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi ancaman bagi kerusakan alam dan sumber penularan baru virus COVID-19 melalui limbah. Sampah masker sekali pakai jika terkontaminasi oleh virus menurut Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dikategorikan menjadi limbah infeksius B3 dan membutuhkan pemusnahan dengan alat incinerator bersuhu 800 derajat celcius. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang baik terhadap sampah masker di rumah tangga.

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (Ditjen PPKL KLHK) melalui akun resmi di Instagram merilis langkah pembuangan sampah masker sekali pakai dengan kontaminan virus, yaitu;

  1. Melipat masker bekas menjadi 2 bagian dengan sisi dalam masker tetap berada di dalam
  2. Gulung dan ikat masker bekas dengan tali pengikatnya
  3. Robek atau potong masker bekas menjadi 2 bagian
  4. Bungkus masker bekas dengan tisu, kertas, atau plastik khusus dan diberi label untuk memudahkan petugas kebersihan yang memilah sampah untuk memisahkan sampah masker
  5. Kumpulkan sampah masker dalam satu kantung, ikat dengan rapat
  6. Jangan menyatukan sampah masker dengan sampah rumah tangga lain
  7. Buang sampah masker ke tempat sampah khusus masker yang di sediakan di ruang publik jika ada, untuk mencegah penularan dan transmisi virus COVID-19 akibat sampah masker.
  8. Dapat ditambahkan disenfektan pada sampah masker
  9. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Untuk sampah masker sekali pakai yang digunakan masyarakat sehat, langkah pengelolaan sampah sedikit berbeda yaitu;

  1. Kumpulkan sampah masker sekali pakai yang telah digunakan
  2. Lakukan disenfeksi pada masker bekas
  3. Gunting dan rubah bentuk masker
  4. Bungkus rapat dengan plastik, bisa diberi label untuk memudahkan petugas kebersihan
  5. Buang sampah masker ke tempat sampah domestik
  6. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Kelola sampah maskermu, sayangi lingkungan dan sesama.

REFERENSI :

CNN Indonesia. 2021. Sampah masker bekas di DKI Capai 1.538 Kilogram [Online] nasional. Available at: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210127200146-20-599268/sampah-masker-bekas-di-dki-capai-1538-kilogram [diakses 21 Juni 2021]

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY. 2020. Pengelolaan Sampah Masker Sekali Pakai https://www.dlhk.jogjaprov.go.id/pengelolaan-sampah-masker-sekali-pakai

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2020. Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.