CATATAN PERJALANAN

UKDV CAVING GOA LUWENG KEMBANG

 

DAY 1 (20 Agustus 2016)

Perjalanan ke Goa Kembang kami mulai dengan persiapan di kampus UNS tepatnya di beskem PMPA VAGUS FK UNS. Persiapan kami mulai pukul 06.00 pagi. Kami mengemas dan memasukkan barang-barang yang sudah kami packing malam sebelumnya, seperti karmantel, carabiner, webbing, padding, helm, cover all, set SRT, sepatu boots, pelampung, dome, flysheet, matras, nesting, kompor, gas, bahan makanan dan beberapa botol air mineral, semua barang-barang tersebut kami angkut menggunakan mobil karena perjalanan yang cukup jauh yakni menghabiskan 4 jam perjalanan menuju lokasi.

Goa Kembang merupakan goa yang terletak di di kawasan kars, Kec. Tawang Harjo, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah. Goa kembang merupakan goa yang tersambung dengan goa Urang di kawasan Pati, Jawa Tengah. Belum ada operator atau pengelola yang mengurusi gua ini, maka untuk dapat masuk perlu mengurus ijin dulu ke kepala desa. Goa ini juga merupakan goa vertikal dengan kedalaman mencapai kurang lebih 25m.

Sebelum memulai perjalanan, kami, tim UKDV CAVING PMPA VAGUS 2016 dengan didampingi beberapa kakak-kakak VAGUS dan beberapa rekan seperVAGUSan melakukan doa dan foto bersama di depan beskem tercinta. Tak lupa kami kumandangkan semangat VAGUS lewat tos bersama. Perjalanan pun dimulai.

31491

Foto bersama peserta UKDV dan pendamping

Sepanjang perjalanan kami bercanda tawa ria dan bernyanyi bersama, tak lupa kami mampir ke pasar dan alfa**mart terdekat untuk menambah bekal perjalanan. Tak terasa hampir 2,5 jam perjalanan, kai tiba di pusat kota Purwodadi. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju desa Kemaduh Batur, Kec. Tawang Harjo. Kami juga menyempatkan diri mampir di pom bensin untuk membeli bensin.

Pukul 11.30 WIB kami sampai di tempat tujuan, hal yang pertama kami lakukan adalah melapor ke Pa Lurah bahwa kami ber 12 akan masuk ke goa Kembang, tetapi saat sampai disana hanya ada istri Pa Lurah saja, alhasil kami meminta izin pada Beliau, tak hanya itu kami juga berjaga-jaga akan terjadinya hujan deras dimana bisa mengakibatkan naiknya air yang ada di Luweng Kembang dan bisa menjadi malapetaka apabila kami masih berada di dalam goa, oleh karena itu kami meminta bantuan Beliau untuk mengerahkan warganya bila nanti terjadi sesuatu seperti itu.

Setelah mendapat izin dari Bu Lurah, kami pun segera meluncur ke lokasi goa Kembang. Mobil diparkir tak jauh dari enterance goa, dan kami langsung mengangkut barang-barang yang dibutuhkan ke lokasi. Setelah itu, para lelaki lekas mendirikan tenda dan flysheet, saya sendiri bertugas untuk membuat makan siang. Tak lupa kami pun menunaikan shalat zuhur berjamaah.

Pukul 14.00, keangkasan kami di uji lewat pemasangan anchoring. Tegar, Theo dan Ayub dibantu oleh mas Abadi dan mas Sandhi memulai anchoring di enterance goa. Sementara itu, saya (Barok), masih dengan tugas yang sama yaitu memasak. Pemasangan anchor kira-kira selesai pukul 17.30 WIB. Setelah itu kami shalat dan makan malam bersama. Setelah makan malam, ditengah gelapnya malam di bawah naungan sang rembulan, kami berempat (Theo, Tegar, Ayub, Barok) mulai menge-set alat SRT kami dan menyiapkan plampung beserta cover all dan boots.

Setelah semuanya terpasang dan peralatan semua siap, pukul 21.00, sebelum kami memulai eksplorasi ke dalam goa Kembang, kami berdoa bersama demi meminta kelancaran dan keselamatan pada Tuhan Yang Maha Esa. Satu persatu dari kami pun melanjutkan perjalanan ke enterance goa, mulai dari memasang pengaman dai pinggir goa hingga pengaman saat akan turun menggunakan karmantel. Orang yang pertama turun adalah Tegar karena ia sebagai rigging man. Kemudian diikuti oleh Ayub dan Theo selanjutnya Barok dan mas Sandhia. Pelampung yang akan kami gunakan, kami gantung di MR delta pada set SRT kami.

31492

Entrance Goa Luweng Kembang

Kurang lebih 10 menit dari masing-masing orang yang dibutuhkan untuk turun dari bibir goa sampai ke dasar goa. Sesampainya di dasar goa, kami langsung melakukan pemetaan. Karena saat masuk kami tlah berada di chamber, maka pemetaan pertama yang kami lakukan adalah pemetaan chamber, dilanjut dengan pemetaan ke arah lorong goa yang menurun dan dialiri air. Setelah merasa cukup pemetaannya, kami pun melanjutkan perjalanan mengeksplor goa Kembang. Karena medan goa yang memiliki aliran air, maka kami memutuskan untuk menggunakan pelampung sebagai pengaman. Awalnya kami mengambil jalan di aliran air, tetapi dirasa cukup sulit dan agak dalam kemudian kami memutuskan untuk berjalan di lumpur, di pinggir ungai tersebut. Dari tempat kami berdiri kemudian terdengan suara air deras seperti air terjun, namun karena salah seorang teman kami tidak mau melanjutkan perjalanan akhirnya kmi menghentikan eksplorasi tersebut dan kembali berkumpul di chamber. Kemudian tim kami mendiskusikan apakah perjalanan akan dilakukan atau tidak. Sementara itu, dari enterance goa terdengar suara seorang kakak kami berteriak “aku turun ya”, “iya mas turun aja”. 10 menit kemudian ia sampai di dekat tempat kami berkumpul. Kemudian ada suara lagi dari atas “roket turun yaa”, “iyaaa mba turun aja”. Alhasil kami pun sekarang ber-7 di dalam goa. Namun setelah kami bilang bahwa eksplorasinya dihentikan karena ada teman kami yang tidak mau melanjutkan, mereka terlihat agak kecewa. Walaupun begitu mereka tetap mengajak kami untuk melakukan eksplorasi lagi. Tetapi ada teman kami tetap tidak ingin melanjutkan eksplorasi. Akhirnya salah seorang kakak kami pun memutuskan untuk naik ke atas duluan. Saat kami sedang ber-6 di dalam goa, salah seorang kaka kami meminta untuk mematikan semua senter dan dia mulai bercerita serta membuat renungan untuk kami semua. Tak lama terdengar teriakkan lagi dari atas, “ gunawan turun”. Setelah ia mendarat di dasar goa dan berkata “ayo eksplor”, “udahan mas, aa yang gabisa lanjut”, ia pun menjawab “walaaah PMPA kok loyooo”. Mendengar bujuk rayuan kaka kami yang satu itu, salah dua orang dari kami pun tertarik untuk tetap eksplor, sementara 2 rekan se-tim kami dan salah seorang kaka kami memutuskan untuk tetap naik ke atas. Alhasil kami ber-4 tetap memutuskan untuk eksplor goa Kembang lebih dalam lagi. Kami berempat menelusuri jalan yang tadi sudah kami eksplor tetapi jauh lebih ke dalam lagi, di perjalanan kami itu kami menemukan berbagai ornamen seperti stalagtit, stalakmit, gorden, ornamen seperti terasering, kolam air dll. Kami membatasi waktu eksplor ini selama 1 jam. Ssemakin kami berjalan jauh, lorong-lorong goa semakin sempit sehingga airnya semakin deras, hingga kami menghentikan eksplorasi ketika kami menemukan celah sempit seperti seluncuran air. Karena curah air yang semakin deras dan ditakutkan akan membahayakan kami nantinya serta menyulitkan kami ketika pulang, maka kami memutuskan untuk kembali ke chamber tempat kami masuk.

Disela-sela kami membersihkan diri, muncullah sesosok wanita yang ternyata kaka kami juga, ternyata ia turun setelah kami selesai eksplorasi. Alhasil karena kami lelah, maka kami ber-5 pun memutuskan untuk naik kembali ke enterance goa. Sebelum itu kami menyempatkan diri untuk membersihkan sepatu, pakaian, dan set SRT kami. Kami pun muli naik satu persatu ke atas. Orang terakhir yakni Tegar keluar goa sekitar adzan subuh, mungkin sekitar pukul 04.30 WIB.

DAY 2 (21 Agustus 2016)

Selanjutkan kami shalat subuh dan istirahat. Pukul 07.30 saat matahari mulai menyengat, para calon ibu mulai membuat sarapan untuk teman-temannya, ada yang memasak nasi, tumis, goreng tempe, rendang dan minuman hangat lainnya. Pukul 09.00 ketika semua orang mulai bangun, disaat itu jugalah kami mulai menyantap sarapan bersama-sama.

Pukul 10.00 kami mulai cleaning, anchoring dan tenda serta flysheet dan mengemas kembali barang barang tersebut ke dalam mobil. Pukul 11.00 kami bersiap berangkat pulang, namun saat itu ada kaka kami yang sedang menjalani internship di luar pulau Jawa yang sedang pulang ke Jawa dan ingin menengok kami, karena kami sudah mau pulang, maka diputuskan untuk bertemu di Purwodadi. Sebelum memulai perjalanan pulang, tak lupa kami pamit kembali kepada Pa Lurah dan Bu Luruah. Setelah itu kami mlanjutkan perjalanan menuju Purwodadi.

Pukul 12.30 kami sampai di titik pertemuan dengan kaka kami, kemudian kami ditraktir makan di di sekitar tempat tersebut. Kami dan beliau banyak cerita tentang ukdv yang kami jalani dan keadaan beliau di luar pulau sana. Setelah dirasa cukup, kami akhirnya berpamitan, dan langsung melanjutkan perjalanan ke Solo. Sekitar 2,5 jam perjalanan kami pun sampai di beskem tercinta pukul 17.30. seteah kami istirahat, kami mulai memanggil pasukan untuk cuci alat bersama hingga kurang lebih pukul 22.00 WIB. Tak terasa perjalanan jauh nan melelahkan serta perjuangan tiada hnti yang kami lakukan untuk kelancaran UKDV ini membuahkan hasil yang menyenangkan. Disini kami bisa bercengkrama lebih dalam mengenal satu sama lain dan juga merupakan ajang refreshing bagi kami setelah penat kuliah di FK.

Terima kasih banyak kami ucapkan kepada mas mba dan teman teman yang telah membantu dalam terlaksanannya UKDV CAVING ini. Terima kasih juga kepada teman-teman kerabat mapala se-UNS yang telah membantu kami dalam kelancaran acara ini juga. Tak lupa kami ucapkan sujud syukur atas karunia-Nya sehingga kami bisa selamat sentosa sehat walafiat tanpa kurang apapun dalam berlangsungnya acara ini. Terima kasih juga kepada ayah dan ibunda kami yang telah mengizinkan anaknya mengikuti UKDV CAVING dan telah mendoakan keselamatan kami. Terima kasih untuk sahabat sahabat yang tak bisa diucapkan satu persatu namanya. Sekali lagi TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA.

 

 

Leave a Reply

PMPA VAGUS

Basement Gedung Baru FK UNS, Surakarta

Salam Lestari

T: +62
E: vagus@fk.uns.ac.id