Uncategorized

Catatan Perjalanan Gunung Lawu via Candi Cetho [UKDV HG]

By 14/10/2016 No Comments

Tim dari PMPA Vagus Fakultas Kedokteran UNS telah melakukan pendakian ke gunung lawu melalui jalur Candi Cetho. Berikut adalah catatan perjalanan yang dibuat oleh tim yang berangkat.

Pendakian ini merupakan UKDV (Ujian Kompetensi Dasar Vagus) yang merupakan salah satu syarat kami unuk menjadi anggota penuh PMPA Vagus. Kami yang terdiri dari 5 Orang yaitu Dewi, Nabila, Rama, Dadang dan Faby, serta 4 pendamping dari senior vagus. Sudah ada beberapa dari kami yang mendaki gunung lawu tapi untuk jalur candi cetho hanya satu dari kami yaitu Rama yang pernah lewat jalur ini. banyak mitos mengenai gunung lawu terutama jika melewati Candi Cetho banyak pantangan yang harus diketahui terlebih dahulu. Yaaa mau percaya atau enggak tapi kalau baru di alam bebas ya harus tetap mentaati peraturan disana yaa. Kondisi jalan disana licin jika terkena hujan, udara dingin, jalan berkabut, hutan, jalurnya paling panjang sekitar 12 KM yaa memang jalur paling sulit dan panjang dibandingkan jalur yang lain. Solusinya pakai sepatu gunung yang solnya masih tebel jadi harus mempersiapkan peralatan yang sesuai dan fisik serta mental yang kuat.

Di perjalanan pos 3- pos 5 jalan mulai terjal dan menanjak. Dipos 4 konon ada macan jadi, harus hati – hati dan waspada.

Perjalanan dari pos 5 menuju puncak melewati pasar dieng yang juga disebut pasar setan, pendaki disarankan tidak melewati pasar dieng pada malam hari karena jalan tidak terlihat dan minim petunjuk sehingga disarankan untuk mendirikan camp di sekitar pos 5.

Sabtu, 7 agustus 2016

Kita berangkat dari kampus sekitar pukul 07.00 sampai di basecamp candi cetho sekitaran jam 09.00 menggunakan sepeda motor. Sampai disana masih sepi bahkan loket registrasi belum buka dan ternyata penjaga loket masih tertidur pulas dan akhirnya kami bangunkan dari pada kita masuk secara illegal. Registrasi per orangnya Rp 15.000,-. Menurut penjaga loket hanya kami yang baru datang di hari itu dan kemungkinan cuma kami dikarenakan melihat cuaca yang selalu hujan, ketika kami baru packing ulang kami bertemu 2 pendaki yang turun mereka mengatakan kemarin malam baru hujan badai dan diatas hanya ada beberapa rombongan dan tidak ada yang sampai puncak karena cuaca buruk. Tapi itu tidak membuat kami pesimis, Setelah checking ulang sekitar pukul 10.00 kita memulai pendakian dan jangan lupa berdoa ya semoga semuanya lancar.

img_8288

Foto sebelum berangkat di Gedung Pendidikan Dokter



Pos 0- 1 (10.00 – 11.15)

Perjalanan dari candi cetho kita akan melewati candi kethek tracknya masih jalan cor-coran menanjak, setelah melewati candi kethek jalannya mulai tanah menanjak yang bikin kita kaget jalannya seperti disungai, yaa ini karena hujan tadi malam pasti membuat jalan dialiri air, padahal baru aja jalan tapi udah seperti ini tracknya.

Pos 1- 2 (11.15 – 13.00)

Yeaayy akhirnya sampai di pos 1 dan jalannya sudah tidak digenangi air, track menuju pos 2 ini jalannya tanah menanjak. Diperjalanan kami sempatkan istirahat sholat dan makan-makanan ringan. Jangan lupa membawa gula garam yaa itu sangat membantu menjaga stamina kita untuk membuat larutan oralit 🙂

Pos 2 – 3 (13.00- 14.45)

Dipos menuju pos 2 ini jalannya sudah menanjak terus dan mulai hutan-hutan lebat. Kami sudah mulai kelelahan tracknya cukup menguras tenaga kami. Sampai di pos ini kita sama sekali tidak berpapasan dengan pendaki lain sangat sepi suasananya.

bpro0102

Trek cukup menanjak

 

Pos 3 – 4 (14.45 – 16.30 )

Perjalanan dipos ini tracknya sangat terjal dan hutan lebat. Di pos 3 kami akhirnya bertemu dengan beberapa pendaki yang mendirikan dome disana. Kami sempat istirahat sholat bersama dan berbincang-bincang. Ternyata mereka tidak sampai puncak.

Pos 4-5 (16.30 – 17.30)

Hari sudah semakin gelap kami bergegas menuju pos 5 agar tidak kemalaman. Di pos 4 menuju 5 ini kami disuguh I dengan hamparan sabana yang sangat luas. Berbeda sekali dengan lawu jika lewat cemoro kandang atau cemoro sewu. Ini lebih mirip di merbabu. Di tenggah hamparan sabana ini matahari sudah mulai tenggelam. Suasana sunset yang sangat indah. Kami menyempatkan menggambil beberapa foto disini.

img_8373

Foto bersama saat sunset

Pos 5 (17.30-18.00)

Akhirnya kami sampai di pos 5. Hari semakin gelap kami pun bergegas mendirikan dome disini. Beberapa dari kami mendirikan dome dan yang lain memasak mie dan susu hangat. Semua sudah siap dan jadi tiba-tiba saja hujan deras turun lagi. Kami segera masuk dome dan beristirahat. Hujan cukup deras dan angin kami langsung tidur sampai matahari pagi muncul.

Cuaca pagi hari cukup bagus puncak lawu pun sudah terlihat dari tempa kami camp. Kami memasak dan bersiap-siap membereskan dome untuk melanjutkan pejalanan.

Pos 5- puncak

Kami menyempatkan dahulu membuat video cara membuat api dan trap. Sekitar pukul 8 pagi kita melanjutkan perjalanan menuju puncak. Kami menemukan sumber mata air yang sering disebut gupakan menjangan. Karena dulu ini adalah tempat menjangan mencari minum, tapi karena tempatnya sekarang sering dilalui pendaki, para menjangan jarang sekali ke danau ini. danau ini hanya ada ketika musim hujan. Terdapat dua danau dan jalannya berada di tenggah2 danau ini. sangat indah mirip dengan semeru. Bahkan disini juga ada tanjakan yang mirip dengan tanjakan cinta. Track jalan menuju puncak ini hanya melewati satu tanjakan bukit selepas itu berupa sabana. Ketika melewati tanjakan, Nabila mengalami sesak napas, asma nya kambuh. Segera dari kami memberi obat namun in healer nya ketinggalan di tempat camp. Akhirnya kami hanya memberi obat saja. Awalnya rama ingin mengambil in healer tapi karena Nabila menolak akhirnya tidak jadi kami pun melanjutkan perjalanan dengan pelan. Kisaran pukul 09.30 kami sampai di pasar dieng/ pasar setan. Disini lah tempat yang kalau malam dilarang dilalui. Benar saja di tempat ini meskipun siang saja mengecoh untung saja ada rama yang sudah pernah lewat sini dan membenarkan jalan kami. Petunjuk disini sangat minim dan jalannya terlihat bercabang-cabang.

kami pun sampai di tempat mbok yem sekitar pukul 10. Terlihat hanya beberapa orang disana. Rasanya ingin mampir tapi kami tetap melanjutkan perjalanan karena waktu sudah siang. Tinggal 1 tanjakan lagi menuju puncak tapi tiba-tiba saja Nabila mengeluh sesak lagi. Kali ini benar-benar parah sesaknya. Kami bingung karena hanya ada obat tidak ada in healer. Jalan selangkah saja sudah tidak kuat. Kami beristirahat sebentar namun tetap sama saja sesaknya masih dirasa. Rama dadang faby ingin mengambil in healer tapi dari pendamping juga tidak membolehkana karena akan memakan waktu lama. Akhirnya Nabila digendong bergantian oleh rama dan dadang. Sedangkan dewi dan faby membawa carier menuju puncak. Tiap 5 menit dan beberapa langkah bergantian menggendong Nabila dan beristirahat. Akhirnya jam 11 an kita semua sampai di puncak. Benar- benar melelahkan untuk sampai puncak ini tapi kami senang dapat bersama-sama sampai puncak. Kami mengambil beberapa foto dengan bendera vagus. Sekitar 30 menit kami berada di puncak. Karena waktu sudah jam 12 an kami pun segera turun agar tidak kesorean sampai di basecamp.

Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu

bpro0156

Foto saat di perjalanan menuju puncak

img_8339

Foto bersama di Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu


Puncak – basecamp

Sekitar jam 2 kita sampai di tempat camp lagi. Sampai di tempat camp kita makan dan beriap-siap turun. Diperjalanan turun kita membuat tugas bivak semi alam. Perjalanan kami dari naik sampai turun benar-benar sendiri hanya ketemu orang camp saja. Sangat sepi perjalanan turun tidak bertemu pendaki lain. Hari sudah gelap kami baru sampai pos 2. Kami dengan segera turun cepat tidak mau kehujanan dan kemalaman. Sekitar pukul 19.00 kita pun sampai di basecamp. Gerimis pun turun dan akhirnya hujan lebat lagi. Kami bersyukur hujan turun ketika kami sudah sampai.

Kami menunggu hujan dan akhirnya sekitar jam 20.00 an kami pulang dan sampai solo sekitar jam 22.00 WIB.

UKDV kami sampai tujuan dengan selamat.

TERIMAKASIH 🙂

 

 

 

Leave a Reply

PMPA VAGUS

Basement Gedung Baru FK UNS, Surakarta

Salam Lestari

T: +62
E: vagus@fk.uns.ac.id