Pada 23 Maret 2013, PMPA Vagus bekerja sama dengan SAR UNS mengadakan pelatihan SAR Air bagi anggota PMPA Vagus. Latihan ini rutin dilakukan setahun sekali untuk meningkatkan skill anggota PMPA Vagus. Pelatihan SAR Air kali ini dilaksanakan di Ponggok, Klaten.

SAR (Search and Rescue) adalah kegiatan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau mengalami musibah. Dalam melaksanakan tugasnya tim SAR biasa berkoordinasi dengan PMI untuk mempermudah penanganan terhadap para korban. Jika terjadi suatu bencana alam ataupun kecelakaan yang melibatkan banyak korban, para anggota SAR yang bekerja sama dengan PMI akan diturunkan untuk membantu. Karena merupakan tim awal yang beraksi saat ada bencana, tim SAR harus mempelajari dan mengetahui teknik-teknik pertolongan pertama. Setelah itu korban akan di evakuasi ke tempat yang lebih aman untuk diberikan pertolongan lebih lanjut oleh tim medis. Pertolongan yang diberikan di darat pun berbeda dengan pertolongan yang diberikan saat di air. Jika ada suatu kejadian orang tenggelam, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan

  1. Jika korban sadar dan cukup tenang untuk diajak bicara, lemparkan ban karet yang tersambung tali pada korban
  2. Jika tidak memungkinkan berkomunikasi dengan korban, hampiri korban dan pegang pundak korban. Lalu tenangkan korban. Jelaskan pada korban bahwa tim SAR datang untuk menolong
  3. Jika korban panik, maka pegang pundak korban lalu bersama-sama tenggelamkan diri sebentar. Ini dilakukan agar korban lebih tenang dan tidak menenggelamkan tim SAR yang menolong.
  4. Teknik berikutnya adalah, dekati korban dari belakang. Lalu rangkul korban dari belakang. Kemudian tepikan korban

Jika ada korban yang cedera servikal gunakan LSB (Long Spinal Board) untuk membantu evakuasi. Cara ini membutuhkan beberapa orang yang membantu. Satu orang memegang bagian kepala-leher untuk memfiksasi. Anggota lainnya mendorong LSB melalui dalam air. Setelah LSB berada dibawah badan korban, anggota yang lain membantu mengikat dan mengencangkan tubuh korban di LSB agar korban terfiksasi dengan baik. Kemudian tepikan korban dengan cara berenang menyamping. Perlu diingat bahwa SAR harus terus memfiksasi kepala-leher korban hingga ke tepi.

Penulis: Ivo Aryena (V.XXIII.009)

Editor: Gisti Respati (V.XXII.016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.