BASECAMP SUMBING

Sekarang menunjukkan pukul 00.55 dini hari (21/2), dimana aku dan kawanku Vandi hendak beristirahat di basecamp pendakian Sumbing setelah melakukan perjalanan panjang dari Solo. Cukup melelahkan perjalanan kali ini.

Kami berangkat dari basecamp PMPA Vagus sekitar pukul 15.00. Dengan mengendarai sepeda motorku, kami menuju ke terminal Tirtonadi. Bus Sugeng Rahayu yang hendak mengantarkan kami ke terminal Bawen pun tiba. Dan kami segera naik bus tersebut dan duduk paling belakang.

Perjalanan kami dimulai, bus berangkat menuju Semarang. Setelah 2 jam perjalanan kami lancar, bus yang kami naiki terkena macet. Padahal jarak menuju terminal Bawen tinggal sedikit lagi, tapi macetnya jalan tidak karuan, sehingga kami tampak seperti parkir di terminal. Kami nikmati kemacetan ini dengan ngobrol-ngobrol. Kebetulan kami bertemu dengan pengurus FPTI Provinsi Jawa Tengah dan kami berkenalan dengannya. Karena proyek tahun ini Vagus menginginkan wall climbing nya berdiri, maka kami bertanya seputaran wall. Setelah kami telusuri lebih dalam, ternyata untuk membuat wall berbahan fiber yang bisa awet hingga bertahun-tahun lamanya, itu membutuhkan biaya 200 hingga 300 juta, wow, harga yang cukup fantastik dari perkiraan kami. Sedangkan tabungan yang kami punya tidak sampai dari 10 % nya. Banyak yang kami bicarakan dengannya, seputaran mapala, kegiatan-kegiatan outdoor, tentang FPTI Solo, dan lain-lain.

Akhirnya kami tiba di Bawen sekitar pukul 20.00. Lalu dengan sedikit langkah kami menuju ke tempat bis yang selanjutnya berhenti. Sedikit tidak beruntung, karena bus jurusan Wonosobo 15 menit yang lalu telah berangkat. Akhirnya kami putuskan untuk makan malam terlebih dahulu dengan mendengar kabar kalau bis selanjutnya tiba pukul 22.30. Lama juga yaa..

Selesai makan kami segera mencari tempat berteduh karena sepertinya akan turun hujan. Tak lama setelah kami beristirahat ternyata bis yang kami tunggu tiba. Akhirnya kami naik bus tersebut dan sampai di pintu gerbang menuju basecamp Sumbing pukul 03.00. Kami pun berjalan sejauh 500 meter menuju basecamp dan mengakhiri perjalanan kami dengan istirahat, karena petualangan yang sesungguhnya masih belum mulai.

LANGKAH KAMI YANG TERHENTI

Pagi ini kami bangun pukul 07.30. Segera kami membereskan barang-barang kami dan berkemas-kemas, karena petualangan kami baru akan dimulai.

Pukul 09.00 kami berangkat meninggalkan basecamp pendakian. Dengan langkah yang pelan tapi pasti, kami menuju Pos 1. Perjalanan sungguh berat, jalan tanjakan berbatu harus kami lalui. Di tengah perjalanan kami merasa kehabisan tenaga, ya ini wajar terjadi, karena kami hanya sarapan 4 potong roti saja. Lalu kami putuskan untuk memasak.

Perut sudah terisi, tenaga pulih kembali dan kami pun meanjutkan perjalanan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui, kaki terasa lelah dan sepertinya tidak sanggup hingga akhirnya kami tiba di bosweisen.

Setelah istirahat beberapa menit disana, kami lanjutkan perjalanan. Baru beberaoa langkah kami berjalan, tiba-tiba mati kami disuguhkan oleh pemandangan yang begitu indah. Sebuah sungai yang mengalir di atas bebatuan menyejukkan mata kami. Kami pun kembali istirahat sambil menikmati keindahan sungai tersebut.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Pos 1, kami langsung melanjutkan perjalanan, karena kami sudah banyak istirahat tadi. Pos 1 menuju pos 2 adalah jalan yang penuh dengan tanjakan. Selain menanjak, jalanan nya juga berupa tanah merah yang licin. Di tengah perjalanan kami putuskan untuk mendirikan camp, karena terjadi sesuatu yang menurut kami dengan alasan tersebut kami tidak dapat melanjutkan perjalanan kami.

Sepertinya perjalanan kami terhenti sampai disini. Dan kami putuskan akan kembali ke basecamp pendakian setelah bermalam satu malam di sini. Sungguh disesalkan, karena perjalan kami belum ada setengah harus kandas di tengah jalan. Berat rasanya hati untuk kembali, tapi mau gimana lagi, keadaan tidak memungkinkan untuk lanjut. Kami putuskan untuk tidur, dan dengan sedikit harapan aku menginginkan perjalanan ini tidak berhenti sampai di sini. Apakah perjalanan kami akan lanjut atau kami akan kembali ke basecamp pendakian? Kami tidak tahu, tunggu saja hari esok.

to be continued..

 

Penulis: Azamat Agus Sampurna (V.XXII.007)

Editor: Gisti Respati Riyanti (V.XXII.016)

3 Replies to “CATATANKU MENUJU PUNCAK SUMBING”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.