Tanggal 28 adalah hari terakhir rangkaian munas jamnas. Di hari ini para peserta delegasi akan diajak untuk berkeliling kota Solo untuk menikmati budaya Jawa yang menjadi ciri khas kota Solo.

Pukul 09.00 para peserta telah sampai di kampus Fakultas Kedokteran UNS untuk berganti bus dan mempersiapkan diri. Lalu segera setelah itu, perjalanan pun dimulai. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Museum Sangiran, yang merupakan museum fosil-fosil manusia purba. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

Sesampainya disana, kami sudah disambut oleh tour guide yang akan menjelaskan berbagai macam sejarah fosil yang ada di Museum Sangiran. Selama berkeliling para peserta dibagi dalam dua kelompok dan ditemani satu tour guide.

Situs Sangiran merupakan obyek wisata ilmiah yang menarik. Tempat ini memiliki nilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dan merupakan aset Indonesia. Sangiran memberi informasi lengkap sejarah kehidupan manusia purba meliputi habitat, pola kehidupannya, binatang yang hidup bersamanya, hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun. Selain fosil manusia purba, di Sangiran ada juga fosil hewan bertulang belakang  hingga cangkang molusca. Fosil vertebrata ditemukan di semua lapisan (Kalibeng, Kabuh, dan Notopuro). Ditemukan juga fosil  gajah purba, badak, banteng, sapi, kerbau, dan rusa.

Setelah selesai berkeliling, kami pun berfoto bersama dan dilanjutkan dengan berbelanja berbagai pernak-pernik dan oleh-oleh khas Sangiran. Setelai semuanya selesai kami pun kembali ke bus dan lanjut ke tempat berikutnya.

c t 1            Setelah sekitar 45 menit perjalanan, kami pun tiba di Keraton Mangkunegaran pada pukul 12.30. Disana kami juga sudah disambut oleh seorang tour guide yang akan mengantar kami berkeliling. Sebelum berkeliling kami semua dikumpulkan di sebuah pendopo besar dan diberi ringkasan singkat tentang sejarah Keraton Mangkunegaran. Dan di pendopo itu pula terdapat empat tiang penyangga besar yang di sebut Soko Guru yang melambangkan empat elemen kehidupan. Konon menurut kepercayaan jika sesorang bisa memeluk tiang tersebut hingga kedua tangan saling bertaut maka segala keinginannya akan terkabul. Setelah mendengar cerita tersebut, segera seluruh delegasi mencoba untuk memeluk tiang tersebut.

Kemudian kami pun berkeliling ke dalam keraton, mendengarkan cerita-cerita sejarah dan berfoto. Setelah selesai berkeliling kami pun berisitirah dan makan di depan Keraton tersebut.

Sekitar pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan terakhir kami, yaitu ke Kampung Batik Kauman. Disini selurug peserta delegasi akan diajarkan bagaimana cara membatik. Saat tiba kami semua langsung diberi canting dan kanvas, dan diberi sedikit penjelasan singkat bagaimana caranya membatik dan mewarnai batik tersebut. Para peserta pun antusias, dan mulai menggambar pola sesuai keinginan mereka. Ada yang membuat pola tentang munas jamnas, lambing atau nama TBM mereka masing-masing, dan pola-pola yang lain. Setelah selesai membatik, para peserta pun diberi waktu untuk membeli oleh-oleh batik di sekitar kampung batik kauman.

c t 2           Setelah para peserta mendapatkan oleh-olehnya masing-masing, kami pun segera kembali ke kampus Fakultas Kedokteran UNS untuk mempersiapkan acara selanjutnya. (Debby Haspril, 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.