Catatan Perjalanan UKDV Caving Diksar XXIX

6 November kemarin, Cavers XXIX melakukan perjalanan menuju Goa Sibodak di Purworejo untuk melaksanakan salah satu rangkaian pendidikan pecinta alam yaitu UKDV (Uji Kemampuan Dasar Vagus).

Kami, lima orang anggota caving Diksar XXIX yaitu Rasyid, Nana, Amel, Nisa, dan Aletha, bersama dua orang pendamping (Mbak Mia dan Mas Fatchur) berangkat dari UNS pukul 08.45 malam, setelah sebelumnya bersama-sama membuka rangkaian acara dengan doa agar diberi kelancaran dan tidak lupa untuk berpamitan kepada teman-teman yang saat itu sedang sibuk menyiapkan penampilan untuk Expo Ormawa. Kami berangkat dengan kendaraan satu mobil dan tiga motor.

Pukul 23.00 kami singgah di salah satu kaki lima di pinggir jalanan Jogjakarta untuk makan malam. Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Mbah Cokro.

Terpisahnya pasukan mobil dengan pasukan motor membuat para pengendara motor sampai lebih dulu di basecamp, sedangkan yang naik mobil sempat tersesat. Setelah mencari-cari jalan dan bertanya kesana kemari, pasukan mobil tiba di basecamp pukul 01.30 malam.

Tidak seperti kawasan lain yang biasa kami kunjungi ketika hendak caving, Purworejo merupakan tempat yang unik karena di sini hawanya dingin seperti di dataran tinggi. Padahal biasanya goa merupakan salah satu kenampakan alam yang biasa ditemui di dataran rendah dekat pantai.

Sesampainya di basecamp, kami segera beristirahat karena esok hari kegiatan kami yang sesungguhnya baru akan dimulai.

7 November, pukul 05.00 kami saling membangunkan satu sama lain untuk melaksanakan salat subuh. Selanjutnya kami masak lalu sarapan, dan menurunkan alat-alat yang akan dipakai dari mobil.

Anchoring dimulai pukul 09.00, dan selesai pukul 12.00. Entrance Goa Sibodak berdiameter sekitar tiga meter dan merupakan sebuah entrance yang cukup besar.

Entrance Goa Sibodak

Untuk mencari tempat menambatkan anchor tidaklah terlalu sulit karena terdapat batu-batuan alami yang dapat digunakan. Walaupun begitu, kami tetap merasa tertantang karena ini adalah pertama kalinya kami membuat anchor sendiri dan merupakan hal yang sulit untuk menjaga tali tidak friksi di alam bebas yang topografinya tidak beraturan.

Anchor dan safety pada entrance

Selain itu, kami tidak menemukan titik yang membutuhkan deviasi, sehingga tali yang kami turuni jalurnya lurus-lurus saja.

Sembari membuat anchor beberapa dari kami memasak untuk makan siang. Pukul 13.00, kami melakukan briefing singkat kepada riggingman yang paling pertama turun ke goa yaitu Rasyid.

Riggingman turun

Kira-kira pukul 14.00, kami kedatangan dua orang pendamping tambahan yaitu Mbak Risva dan Mbak Karin yang baru menyusul.

Setelah mengisi perut, satu persatu kami semua turun menyusul Rasyid mulai dari Nisa, Mas Fatchur, Aletha, Nana, Amel, dan terakhir Mbak Karin.

Satu persatu cavers turun dengan set SRT

Kami mulai melakukan mapping sekitar pukul 17.47, yang berlanjut sampai pukul 19.15. Selesai mapping, tak lupa kami mengabadikan berbagai macam biota yang ada di dalam goa seperti ular, katak yang sangat besar, kelelawar, laba-laba, jangkrik, kepiting bahkan burung.

Salah satu kenampakan laba-laba yang kami temui di dalam goa
Ular di dalam goa yang cukup banyak jumlahnya
Katak berukuran sangat besar di antara bebatuan
Hewan berkaki banyak sejenis kelabang
Jangkrik

Kami juga mengabadikan momen ketika mengeskplorasi goa tersebut. Sementara di atas goa, datang lagi dua orang pendamping yang baru menyusul yaitu Mas Boi dan Mas Rama.

Berfoto di dalam goa (1)
Berfoto di dalam goa (2)

Selesai mapping dan dokumentasi, kami naik dari goa satu persatu mulai dari Rasyid, Nana, Aletha, Nisa, Mas Fatchur, Mbak Karin, dan yang paling terakhir adalah Amel yang melakukan cleaning tali carmantle.

Setelah Amel naik kami membereskan semua anchor dan flysheet, dan membersihkan area bekas kami mendirikan tempat beristirahat yang selesai pada pukul 02.00 dini hari.

8 November, selesai cleaning, kami kembali ke basecamp dan bersih-bersih. Karena kamar mandi yang terbatas jumlahnya beberapa dari kami pergi ke masjid untuk menumpang mandi.

Selesai bersih-bersih kami beristirahat dan bangun pukul 05.00 untuk melaksanakan ibadah salat subuh. Pukul 05.30 kami mulai memasak sarapan. Karena banyaknya bahan makanan yang harus dihabiskan, kami baru selesai memasak seluruh bahan makanan yang tersisa pukul 08.15.

Sarapan yang berlimpah

Betapa nikmatnya sarapan pagi itu karena badan kami yang cukup letih dan juga perut yang terasa sangat lapar. Sarapan selesai pukul 09.45 dan dilanjutkan dengan packing barang-barang serta merapihkan rumah Mbah Cokro yang kami jadikan basecamp.

Sarapan di Basecamp Mbah Cokro

Pukul 11.45 kami berpamitan kepada Mbah Cokro, mengucapkan terimakasih atas sambutan dan kebaikan hatinya mengizinkan kami menginap di rumahnya selama kegiatan UKDV berlangsung.

Perjalanan panjang dari Purworejo menuju UNS ditempuh dalam waktu kurang lebih lima jam karena padatnya jalanan. Kami semua sampai di UNS pukul 16.55, dan langsung menyicil untuk mencuci peralatan karena banyak alat yang kami pinjam harus segera dikembalikan keesokan harinya.


Disunting oleh: Naurah Aletha (V.XXIX.012)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.