Berawal dari beskem VAGUS, kami berangkat tidak berbarengan. Tim advanced, yang terdiri dari mas Ari, mas Gagat dan mas Afi berangkat lebih dulu. Lalu sekitar jam 5 sore mbak Nana, mbak Anima, mbak Gisti dan saya (Pieter) pun berangkat. Kami berangkat lebih dulu dengan menggunakan mobil, kemudian menunggu tim yang menggunakan motor di pom bensin Pracimantoro. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ban motor mas Tata bocor, lalu mas Tata dan mas Azamat berhenti sejenak untuk menunggu bantuan, yang lain pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi. Akhirnya, kami tiba juga di Pantai Nampu sekitar jam 8 malam. Kami membawa perlengkapan dari mobil yang kami butuhkan ke camp yang telah dibuat dengan dipandu oleh Bapak penjaga warung. Segera setelah bertemu dengan mas Gagat, mas Ari, dan mas Afi, saya membantu dalam membuat tempat bakar-bakaran menggunakan arang, batu, parafin, dan kawa. Ada juga tim yang membantu dalam membuat bumbu ikan dan juga makanan ringan dan juga minuman panas. Mas Gagat, mas Ari, dan mas Afi langsung pergi lagi untuk menolong mas Tata. Malam itu diisi dengan mendirikan 2 tenda rofi, lalu membuat tempat bakar-bakaran untuk memasak 23 ikan nila. Kami makan beramai-ramai membentuk lingkaran disaksikan oleh banyak bintang dan 1 bulan yang elok rupanya, sambil ditemani oleh merdunya nyanyian ombak. Lucunya walau ada 2 tenda rofi, namu beberapa dari kami memilih untuk tidur diluar sambil menatap bintang-bintang walau angin di sana sungguh kencang.

Hari kedua diawali dengan melihat sunrise yang sungguh indah. Lintang (nama akrab saya) bersama laskar pelangi (nama akrab yolanda) langsung saja berlari menuju pantai dan bermain guling-gulingan di pasir serta bermain melawan ombak di pantai. Setelah itu saat matahari telah bergerak naik, kami melakukan senam pagi bersama yang cukup santai namun sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kram. Selanjutnya kami pergi dari Pantai 1 ke Pantai 3. Suasana di Pantai 3 sangat sepi, pantai jadi terasa milik pribadi karena hanya ada kami di sana. Di sana kami rencananya ingin bermain sebuah permainan lempar-lempar plastik air tapi karena amunisi yang sangat terbatas maka dari itu kami merubah permainan menjadi dodge ball, namun pada akhirnya kami bermain voli bersama di sana. Di Pantai 3, kami menemukan banyak bulu babi. Di Pantai 3 bebatuan masih sangat banyak, namun pantai ini sangat bersih dan karang-karangnya masih terlihat. Pasir disana sangat indah penuh warna warni. Ada batu pasir biru, merah, hijau, bahkan hitam. Setelah Matahari menempati posisi tertingginya, kami pun kembali ke camp kami. Seusai kami mandi dan sikat gigi, kami makan bersama-sama ditemani oleh ikan asin dan sambel pemberian tantenya Mbak Jeanne, serta sayur dan lalapan. Setelah kenyang, kami berkumpul semua di dapur umum bersama, membersihkan alat-alat makan yang tadi digunakan, kemudian bermain kartu bersama. Kami bermain “kartu raja, pembunuh, dukun, dan anak”. Sorenya kami memulai lomba masak yang bertema “Tempe & Terong” yang terdiri dari 4 tim. Tim yang menang akan mendapatkan lauk khusus dari dapur umum. Saya yang berada di tim 3, membuat sandwich tempe, sate vegie, puding strawberry, dan soda gembira. Dari tim lain ada yang membuat mie campur terong dan tempe juga nasi. Ada pula yang membuat urak arik tempe terong ditambah tempe terong dalam selada. Tim lainnya membuat bola-bola tempe. Juri untuk lomba ini adalah senior kami, yakni Mas Alfian, Mas Agung, Mas Tegar, dan Mas Ahmad. Sayangnya tim saya tidak menjadi juara.

Semakin malam, suasana semakin ramai karena banyak senior kami yang datang mengunjungi dan ikut berkemah. Malam kedua ini bintangnya tidak sebanyak malam pertama. Malam ini kami membakar ikan tongkol menggunakan api unggun, sambil mengobrol dan bernostalgia, ditemani suara alunan gitar yang indah dimainkan oleh Mas Sista.

 Hari ketiga saya bangun telat dan tidak sempat melihat sunrise. Setelah saya bangun, saya langsung merapikan matras dan sleeping bag, kemudian mempersiapkan diri. Setelah briefing, kami memulai acara susur pantai kami. Susur pantai merupakan acara operasi semut yang dilakukan di bibir pantai. Hal ini kami lakukan demi kebersihan alam yang kami cintai. Setelah selesai, kami tidak langsung kembali ke camp. Kami menyempatkan diri bermain-main terlebih dahulu di Pantai 1, melawan ombak, mengubur diri di pasir, minum es kelapa, dan bermain pasir. Seusai bermain di pantai kami kembali ke camp. Pertama kami mengumpulkan semua sampah di sekitar camp, lalu kami merapikan dapur umum, baru setelah itu kami membersihkan diri. Setelah itu, kami makan siang terlebih dahulu sebelum kami packing. Karena keasikan main kartu, akhirnya kami terlambat pulang hingga akhirnya turun hujan. Kami merapikan camp dan melipat tenda. Setelah semua siap akhirnya kami membawa semua perlengkapan dan sampah kembali ke tempat kami memarkirkan kendaraan kami. Disana sampah dibuang, dan barang-barang dimasukan ke dalam mobil. Saya tiba di beskem VAGUS jam 8 malam.

Penulis: Pieter Tobing (XXIII)

Editor: Gisti (V.XXII.016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.