CATATAN PERJALANAN GUNUNG KERINCI 3.805 MDPL

Tim Pendaki :

  1. Sandhia Mahardhika P, Megayani Santoso, M. Prasetyo Wibowo

Tanggal : 1-4 Agustus 2016

Senin, 1 Agustus 2016

            Perjalanan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2016 menggukan pesawat Lion Air (CGK-DJB) dengan harga tiket Rp 440.000/orang . Kami berkumpul di pintu masuk terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang pukul 07.00. Kemudian kami Check in. Saat itu loket check in sangat ramai dengan calon penumpang pesawat Lion Air sehingga kami perlu antri yang cukup lama. Setelah itu, kami masuk ke ruang tunggu pada pukul 07.30 padahal jadwal penerbangan kami seharusnya pukul 07.50. Namun sangat disayangkan pesawat kami mengalami keterlambatan 2 jam dari jadwal yang sebelumnya. Kami menunggu pesawat sembari sarapan dan mendokumentasikan awal perjalanan kami. Pukul 10.00 WIB pesawat kami belum datang juga, dan lagi lagi kami harus menunggu. Pada pukul 11.15 akhirnya pesawat kami datang dan kami langsung bergegas menuju pesawat kami. Pada akhirnya, kami flight pukul 12.20 dan sampai di bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi pukul 13.30.

            Sesuai dengan perencanaan kami, sesampinya di Jambi kami akan melanjutkan perjalanan ke Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci menggunkan travel yang sudah kami pesan jauh jauh hari dengan harga Rp.200.000/orang. Setelah travel kami menjemput kami menuju Jambi Town Square terlebih dahulu untuk membeli logistic yang akan kami bawa untuk pendakian. Setalah itu kami mampir makan siang terlebih dahulu di rumah makan depan kampus Universitas Jambi pada pukul 16.00 – 16.30. Setelah kekenyangan kami memulai perjalanan menuju Sungai Penuh yang memakan waktu dari jam 16.30 hingga keesokan harinya jam 07.00.

Selasa, 2 Agustus 2016

Kami tiba di Pintu masuk pendakian Gunung Kerinci pukul 07.00 WIB. Di sana kami disambut oleh petugas dan ada beberapa pendaki dari IAIN Surabaya dan pendaki dari Pontianak. Kemudian kami mempersiapkan barang yang akan kami bawa naik dan barang yag akan kami tinggalkan di pos penjagaan. Tak lupa kami sarapan dan membayar retribusi masuk Rp 5.000/orang/hari. Kami berencana untuk pendakian dilakukan selama 3 hari. Setelah selesai bersiap siap kami berangkat dari pos pendakian pukul 08.30 bersama dengan pendaki lain dikarenakan kami tidak boleh mendaki sendiri, harus ditemani oleh tour guide atau orang local yang sudah pernah mendaki kerinci.

Pejalanan pertama, kami menuju Pintu Rimba dan tiba pada pukul 09.30. jarak ±3km. di pintu rimba, merupakan gerbang masuk ke kawasan Gunung Kerinci. Tak berlama lama, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pos 1. perjalanan menuju pos 1 cukup landai dan rindang pepohonan hutan, namun dikarenakan hujan pada hari sebelumnya, tanah menjadi becek sehingga kami haru pintar mencari jalan. Sesampainya di pos 1 pukul 10.00, kami hanya istirahat minum dan maka beberapa permen dan coklat. Kemudian kami langsung bergegas menuju pos 2. Kami sampai di pos 2 pukul 10.35. Perjalan pos 1 ke pos 2 tidak seberapa jauh dan sudah mulai menajak dan di pos 2 terdapat sumber air yang jaraknya 100 meter. Di sini sumber air paling mudah diraih sekaligus membahayakan karena merupakan tempat “pemilik kerinci” mencari minum dan diujung sungai terdapat air terjun. Tyo mengambil beberapa botol air untuk persedian kami. Setelah itu pukul 10.52, kami menlanjutkan perjalan menuju pos 3. Perjalanan menuju pos 3 sudah mulai menajak tajam, sehingga kami beberapa kali istirahat sebentar. Kami tiba di pos 3 pada puku 11.50. di pos 3, terdapat sumber air juga, namun cukup jauh dan jalannya curam sehingga kami tidak berniat mengambil air lagi. Tak berlama lama, kami segera menuju shalter 1 pada pukul 12.00 dan sampai di shalter 1 pukul 14.00. kondisi jalan yang menanjak tajam dan kondisi jalan yang becek serta panjangnya track membuat kami cukup kelelahan. Sehingga di shalter 1 kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu dan sholat. Kami memasak mie instan dikarenakan kami harus sudah sampa di pos 2 sebelum matahari tenggelam. Di shalter 1, kami bertemu dengan pendaki dari Bukittinggi juga.

Perjalanan menuju shalter 2 kami mulai pukul 15.00. Kami berjalan sendirian, dikarenakan pendaki dari IAIN dan Pontianak akan ngecamp di shalter 1. Menurut orang lokal yang sudah pernah mendaki, perjalanan menuju shalter 2 hanya terdapat 1 jalur yang cukup panjang dengan track yang cukup menguras tenaga sehingga biasanya memakan waktu 3 – 4 jam. Ternayata benar, kami bebarapa kali harus beristirahat, minum. Track yang licin semakin memperlama perjalanan kami. Terlebih bagi Mega dan Tyo yang menggukan sandal.. Selama perjalanan, kami bertemu dengan beberapa pendaki yang hendak turun. Kami sampai di shalter 2 bayangan, hari sudah mulai gelap, sehingga kami memutuskan untuk membagi tugas untuk sampai di shalter 2 terlebih dahulu, Sandhia dan Tyo, untuk membuat dome terlebih dahulu dan Mega serta Bagas, teman kami, menyusul dikarenakan Bagas sedang sakit di lututnya sehingga jalannya harus pelan pelan. Sandhia dan Tyo sampai shalter 2 pukul 18.45 sedangkan Mega dan Bagas sampai pukul 19.00.

Sesampainya di pos 2, Sandhia, Tyo dan Bagas mendirikan dome. Sedangkan Mega mempersiapkan makan malam (Sop, telur dadar, nasi). Di samping dome kami, terdapat 2 dome lagi. Di shalter 2 udaranya sangat dingin belum lagi ditambah angin yang cukup kencang. Kami segera mengahangatkan diri dan makan di dalam dome sambil bercerita pengalaman dan kesan 7summits Kerinci. Pada pukul 21.00 kami bersiap untuk tidur agar bisa bangun pagi untuk melanjutkan perjalanan menuju summits. Tidur kami nyenyak.

Rabu, 3 Agustus 2016

            Jam 05.00 kami terbangun untuk persiapan sumits attack, membawa perbekalan secukupnya untuk dibawa ke puncak dan kami juga sholat serta sarapan terlebih dahulu dengan sereal dan susu. Lalu kami memulai perjalanan pukul 06.30. track menuju shalter 3 sangat curam sehinggah kami perlu memanjat namun jalannya tidak sebecek perjalanan sebelumnya dan pepohonan sudah tidak serindang sebelumnya. Kami sampai di shalter 3 pukul 08.05. kami jalan sangat santai dan beberapa kali harus berhenti karena stamina dan serangan pagi hari (buang air). Di shalter 3 merupakan daerah vegetasi dan kami melihat beberapa dome disini padahal anginnya cukup kencang. Di shalter 3 kami tidak berhenti, kami langsung menuju puncak, karena perjalan ini merupakan track panjang yang dimiliki Gunung Kerinci.

            Kami menuju puncak dengan jalan santai dan hati hati. Mengingat kondisi Bagas yang tidak terlalu baik. Banyak pendaki yang sudah turun ketika kami jalan. Mereka menasehati kami, untuk tetap focus dengan jalur dengan tanda kuning jika tidak kami bisa terperosok ke jurang dan diminta untuk segera sampai puncak sebelum pukul 11.00 karena asap belerang akan mengarah ke puncak. Jalanan yang berkerikil dan berbatu tajam membuat kami sangat berhati hati. Pemandangan yang idah terhampat sepanjag perjalanan. Kami bisa melihat Kabupaten Sunagi Penuh dengan jelas, ada Gunung 7, Danau Kaco, dan hamparan kebun teh. Di ¼ perjalanan terdapat jalan yang sangat kecil, hanya bisa dilalui 1 orang, dan kanan kirinya adalah jurang. Saat ¾ perjalanan angin bertiup sangat kencang sehingga kami perlu berpegangan pada batu yang tajam. Akhirnya kami sampai di puncak Gunung Kerinci pukul 10.20. Lalu kami mendokumentasikan diri kami di atas sana. Disana kami juga sempat mengibarkan bendera Indonesia, bendera PMPA VAGUS, dan bendera 7 Summits.

Tak berlama lama dipuncak, karena asap belerang sudah mulai mengarah ke kami kami segera turun. Perjalanan saat turun masih sama dengan jalan yang licin dengan kerikil dengan batu batu besar yang tajam. Kami turun, leadernya Tyo. Awalnya jalan kami lancar dengan patokan tanda kuning sama seperti naik. Lama lama, jalan terlalu ke kiri dan begitu miring hingga kami perlu perosotan. Ternyata kami sudah jauh dari tanda kuning, hampir masuk jurang lebih tepatnya. Untungnya kami tidak terperosok ke jurang dan kami segera ke jalan yang benar. Setelah itu, kami jalan turun dengan lebih focus dan hati hati lagi. Kami sampai di shalter 3 pukul 12.40. disana kami beristirahat sebentar di salah satu dome pendaki dari Padang. Mereka bercerita mengenai rencana mereka turun dan destinasi ke Gunung 7. Kemudian kami segera turun menuju camp pukul 13.00. Kami lagi lagi terpisah menjadi 2. Mega dan Tyo turun terlebih dahulu untuk mempersiapkan makan siang dan Sandhia tertinggal karena menunggu Bagas yang kakinya masih sakit. Pukul 13.40 kami semua sudah sampai di shalter 2. Kemudian kami makan siang dan istirahat sembari membicarakan rencana yang akan kami lakukan selanjunya, turun hari ini atau hari besoknya. Setelah dipikir dan melihat stamina kami, kami memutuskan untuk turun besok harinya.

            Sepanjang sore, kami bercengkrama dengan pendaki pendaki lainya. Pada pukul 19.00 kami makan malam dengan menu yang luar biasa, untuk mengurangi beban kami ketika turun besok. Hujan mulai turun dengan lebat ditambah angin yang kencang membuat dome kami sedikit bocor. Kemudian kami segera menutupnya dengan ponco untuk megurangi air yang masuk ke tenda. Kemudian kami tidur, pukul 21.00. sialnya hujan tak kunjung berhenti, malah semakin parah. Tenda kami kebanjiran, air masuk sudah tak terbendung lagi. Sleeping bag basah, baju basah, carrier basah, untunganya kami sudah packing basah sehingga kami masih ada baju kering yang akan kami gunakan besok hari. kami sudah tidak bisa tidur pukul 12.00 hingga keesokan paginya.

Kamis, 4 Agustus 2016

            Setelah malam kebanjiran, kami tidak bisa tidur. Alhasil kami ngobrol dan makan dan minum minuman hangat. Pukul 6.00 kami sudah bersiap siap untuk turun. Mega membuat sarapan dan yang lain membereskan dome dan mulai packing. Setelah kami selesai sarapan, kami bergegas untuk turun, pada pukul 08.00. Jalanan semakin licin dikarenakn hujan lebat semalam sehingga kami sangat hati-hati. Kami turun bersama pendaki dari Bukittinggi. Sampai di shalter 1 pukul 10.15. di shalter 1 kami berhenti cukup lama. Kami bertemu dan berkenalan dengan pendaki dari Jerman beserta tour guidenya. Kemudian kami melanjutkan perjalan turun menuju pos 3 – pos 2 – pos 1 – pintu Rimba. Sesampainya di pintu rimba pukul 13.30. kami beristirhata terlebih dahulu di warung sembari menunggu mobil. Kami mendapat tebengan dari pendaki Bukittinggi dari pintu Rimba ke basecamp. Setelah sampai di basecamp, kami istirahat dan membersihkan diri. Kami berencana untuk pulang hari selanjutnya, kami akan menghabiskan hari di Kota Sungai Penuh terlebih dahulu selanjutnya akan ke Padang, basecamp HET Universits Andalas. Pada tanggal 7 Agustus kami kembali ke Jakarta menggunakan pesawat.

Leave a Reply

PMPA VAGUS

Basement Gedung Baru FK UNS, Surakarta

Salam Lestari

T: +62
E: vagus@fk.uns.ac.id