Kegiatan dimulai dari beskem PMPA Vagus. Awalnya kami diberi materi dahulu dari jam 08.00. Materi yang diberikan meliputi komunkasi darat oleh Mas Iwing, koordinasi SAR oleh Mas Gagat, manajemen perjalanan oleh Mbak Shinta, navigasi darat oleh Mas Tata, dan survival oleh Mas Loco. Seusai materi, kami melakukan upacara pembukaan Latihan Gabungan PTBMMKI Wilayah III di Fakultas Kedokteran UNS. Setelah upacara, kami semua masuk ke dalam truk tronton TNI angkatan udara menuju lokasi latgab sekitar pukul 10.00 pagi.

Di tronton, kami diberi makan yang kami makan selama perjalanan. Kami tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 pagi, kemudian kami turun dari tronton menuju salah satu rumah di desa tersebut. Kami beristirahat, sholat, dan packing ulang sejenak. Setelah siap, kami diantar menuju lokasi pos induk. Di sana kami briefing sebentar dengan kakak-kakak panitia, mendengar tugas yang diberikan dan juga skenario dari tugas tersebut. Segera setelah briefing selesai, ditunjuklah Mas Fajar sebagai SMC. Sedang perwira-perwiranya yang tersedia meliputi perwira navigasi, komunikasi, perlengkapan, humas. Untuk tim terdiri dari 3 SRU dan 2 Medis. Saya sendiri tergabung dalam SRU.

Sembari posko induk dibangun, saya (Midy) melakukan navigasi darat bersama SRU-nya untuk memulai pencarian. Lalu saya menemukan jalur yang cepat. Saya membuka sebuah jalan potong yang cepat dan mudah medannya. Setelah 1 jam berjalan, ada 1 orang dari SRU yang tidak kuat lagi berjalan. Maka dari itu carriernya ditandem salah seorang teman kami. 15 menit kemudian, kami menemukan tenda korban yang sudah rubuh. Namun kami tidak menemukan korban di dalam tenda tersebut. Lalu disebelah tenda, kami menemukan seseorang yang dicurigai korban karena orang itu ditemukan dalam kondisi hipoterm, kaki terkilir, dan retardasi mental. Tapi ternyata orang itu bukan korban, melainkan salah satu panitia sedang melewat namun berpura-pura karena terlihat oleh peserta. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami. Setelah beberapa jam kami berjalan. Hari pun mulai gelap dan atas perintah dari posko induk, kami mendirikan tenda dan bermalam, lalu melanjutkan pencarian setelah terang.

Selama di tenda kami saling bercerita. Kami sharing tentang tbm kami masing-masing, dan cerita-cerita lain hingga akhirnya kami tertidur.

Pagi pun tiba. Kami melanjutkan pencarian. 10 menit kemudian mereka bertemu dengan SRU 2 dan SRU 3. Mereka melakukan koordinasi dengan SRU 2 & SRU 3 untuk pencarian korban lagi. Akhirnya kami membentuk tim-tim kecil lagi dari SRU 1,2,3 tersebut. Sebagian untuk menemani korban, sebagian lagi melanjutkan pencarian. Saya ikut melanjutkan pencarian bersama SRU 2 dan SRU 3. Kami memulai lagi pencarian dengan navigasi darat. Pukul 10.00 pagi, kami mendapat perintah dari posko induk untuk menghentikan operasi pencarian karena permintaan dari orang tua korban pada KKR untuk menghentikan pencarian tersebut. Pada akhirnya kami menemukan 3 korban dari 5 korban yang dikatakan KKR. Kembali lah kami ke posko induk. 2 orang korban masih bisa berjalan, dan 1 orang korban harus ditandu. Sampai di posko induk, kami melapor ke KKR. Lalu panita-panita pun datang menghampiri posko induk untuk melakukan evaluasi. Semua berjalan dengan baik dan diakhiri dengan makan bersama dan foto bersama. Acara latgab kali ini ditutup dengan sambutan dari ketua Latgab Wil III.

Penulis: Midyana (XXIII)

Editor: Gisti (V.XXII.016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.