CATATAN PERJALANAN GUNUNG LATIMOJONG (3478 mdpl)

Tim Pendaki :

Anisa Fitriani Mubarokah, M. Zaki Wisnu Murti dan Sari Puri Rahayu

Tanggal : 26 Juli – 2 Agustus 2016

SELASA, 26 JULI 2016

Perjalanan dimulai pada tanggal 26 Juli 2016. Kami berkumpul di beskem PMPA VAGUS FK UNS sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah melakukan pengecekan dan packing ulang bersama, pukul 20.00 WIB kami bergegas menuju terminal Tirtonadi diantar oleh teman-teman kami. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 20 menit. Pukul 20.20 kami sampai di terminal, lalu pukul 20.30 bis yang kami tumpangi berangkat menuju Surabaya. Perjalanan menggunakan bis malam merupakan pengalaman yang tak terlupakan, karena kami bisa terbangun tiba tiba karena badan kami terpental ke kanan dan ke kiri seiring dengan berjalannya bis yang cepat dan menikung tajam. Alhasil kami pun lebih sering beristigfar dari pada bernyanyi. Kemudian kami tiba di Surabaya pukul 03.00 WIB.

RABU, 27 JULI 2016

Kami tiba di terminal Bungurasih, Surabaya sekitar pukul 02.30, kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ke Bandara Juanda yang harganya 25000/orang. Perjalanan berlangsung sekitar 30 menit. Sesampainya disana kami sempat istirahat, shalat dan memakan bekal yang kami bawa dari Solo. Sekitar pukul 05.30, pintu keberangkatan mulai dibuka, dan kami pun bergegas menuju kesana. Disana kami juga melakukan pengecekan tiket dan menyerahkan kerir untuk dimasukkan ke bagasi pesawat. Sekitar pukul 07.00 kami sudah mulai masuk ke pesawat, lalu pukul 07.10 pesawat kami berangkat menuju Makassar. Perjalanan Surabaya-Makassar memakan waktu 1,5 jam. Sekitar pukul 09.50 kami tiba di Bandara Hassanuddin Makassar.
Sesampainya disana kami agak kebingungan karena tidak ada yang menjemput, dan ternyata setelah dihubungi, Mas Akbar, kenalan Mba Sari pun bersedia untuk menjemput kami di Bandara. Awalnya kami sempat berfikir yang aneh-aneh, mengingat kami tidak pernah bertemu beliau sebelumya, dan Mba Sari pun hanya mengenalnya dari facebook. Tetapi nasib berkata lain, Mas Akbar ternyata orangnya baik sekali. Ia mau menjemput kami kemudian menraktir kami makan dan mengantarkan kami ke beskem CALCANEUS di Universitas Hassanudin.

foto-bersama-calcaneus

Foto bersama calcaneus

Sekitar pukul 11.00 kami tiba di beskem CALCANEUS, kemudian Mas Akbar dan temannya pamit pulang. Di sana kami disambut hangat oleh anggota TBM CALCANEUS, kami bercerita banyak hal mengenai VAGUS dan CALCANEUS. Setelah itu, pukul 13.00 kami diajak shalat dzuhur di masjid Universitas. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Losari untuk bertemu dengan rekan kami yang sudah menunggu sebelumnya. Setelah itu pukul 16.30 kami jalan-jalan sore ke benteng dan Pantai Losari. Sekitar pukul 17.30 kami menyempatkan diri untuk shalat di masjid terdekat. Dan perjalanan pun kami lanjutkan ke rumah makan Conro Bakar, disini kami berpisah dengan rekan kami yang sebelumnya bertemu di pantai losari, mereka pamit pulang untuk packing barang barang mereka, karena merekalah yang nanti akan menjadi teman kami selama mendaki di Latimojong. Harga yang ditawarkan oleh Conro Bakar ini cukup fantastis dan membuat kami ternganga, yakni Rp 60.000/porsi , harga yang sangat mengocek kantong kami. Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju beskem CALCANEUS. Sesampainya disana kami langsung shalat dan packing ulang serta menghubungi mobil sewaan yang akan membawa kami ke desa Enrekang. Harga mobil yang kami sewa sekitar 160.000/orang.

Pukul 20.00 mobil sewaan beserta sopir dan dua rekan kami tiba, kami pun pamit pada rekan rekan dari CALCANEUS. Pukul 20.30 mobil kamil berangkat menuju desa Enrekang. Perjalanan memakan waktu sekitar 7 jam. Kami tiba di desa Enrekang pukul 03.30 WIB.

perjalanan-latimojong

perjalanan menuju Enrekang

latimojong

Beskem Enrekang

KAMIS, 28 JULI 2016

Masih cukup pagi ketika kami tiba di desa Enrekang, kami pun memutuskan untuk menghubungi beskem pakis, namun tak ada jawaban. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari masjid dan beristirahat disana. Ketika kami tengah beristirahat, tibalah rombongan lain yang ternyata akan melakukan pendakian ke Latimojong juga, rombongan itu terdiri dari 3 orang, 2 laki-laki dan satu wanita. Kami pun memutuskan untuk berangkat bersama dengan rombongan mereka. Adzan subuh telah berkumandang, kami pun segera menunaikan shalat subuh berjamaah, selesai shalat kami langsung mencari informasi ke warga sekitar. Ternyata tepat di depan masjid ini terdapat sebuah pasar. Alhasil kami pun memutuskan untuk sarapan dan menyiapkan perbekalan disini serta mencari informasi tentang kendaraan yang dapat membawa kami ke desar Karangan. Ada dua pilihan yakni angkot atau sewa jeep. Kami memutuskan untuk naik angkot saja. Pukul 09.00 kami bersiap menunggu angkot di ujung pasar. Namun, kami baru diberi tahu bahwa hari itu bukanlah hari pasar jadi susah untuk mencari angkot. Kemudian Mba Sari mencoba untuk meminta bantuan temannya yang orang makassar, oleh temannya itu, kami diberi tahu coba menghubungi salah seorang temannya yang ada di beskem pakis, desa Enrekang, yang semalam sudah kami coba hubungi. Dan ternyata letaknya tak jauh dari pasar tersebut. Kemudian kami pun bergegas berangkat ke beskem tersebut. Disana kami berunding dengan pemilik beskem dan sopir jeep. Dan disepakatilah sopir tersebut mau mengantar kami ke Desa Karangan dengan harga 700.000/jeep.

Kami berangkat pukul 14.00 , perjalanan memakan waktu 3 jam. Selama perjalanan kami sangat menikmati medannya dan pemandangannya, tak jarang kami pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto. sekitar pukul 17.00 kami sampai di desa Karangan dan kami langsung melakukan registrasi, kami juga memakan jas hujan dan packing, karena saat kami tiba disana hujannya cukup deras.

Sebelum memulai pendakian kami pun berdoa bersama. Dan perjalanan pun kami lanjutkan. Pukul 17.30 kami mulai perjalanan. Perjalanan dari beskem ke pos 1 membutuhkan waktu 1,5 jam, kami melewati rumah penduduk serta kebun kopi. Pukul 19.00 kami tiba di pos 1. Setelah istirahat sebentar, kami pun melanjutkan perjalanan dan tiba di pos 2 pukul 21.00. Perjalanan menuju pos 2 cukup berat dan lama, karena kami harus melipir jurang yang jalannya agak sedikit longsor, ditampat hujan yang membuat medannya semakin licin. Alhasil kami harus ekstra hati-hati. Di pos 2 kami mendirikan tenda dan memasak, karena cukup banyak pendaki yang bermalam disini dan arealnya yang cukup sempit, salah satu rombongan kami pun sempat mendirikan tenda di dataran dekat pinggir jurang. Di sini juga merupakan sumber air yang paling banyak karena disampingnya terdapat sungai yang cukup besar. Setelah makan, kami pun beristirahat.

pos-1-latimojong

Pos 1 Latimojong

pos-2-latimojong

Pos 2 Latimojong

JUMAT, 29 JULI 2016

Sekitar pukul 06.00 kami sudah mulai beraktifitas sepeti shalat, memasak, sarapan dan mengemas kembali barang barang kami. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, kami pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Pukul 09.15 kami mulai perjalanan ke pos 3. Sepanjang perjalanan kami dihadapkan dengan jalan yang begitu terjal, batu batu krikil halus, dan medan yang cukup licin. Perjalanan ke pos 3 ini merupakan perjalanan yang cukup menguras tenaga. Tak jarang kami harus menarik batang maupun akar pohon disekitar kami untuk membantu menarik badan kami ke atas. Sekitar pukul 10.15 kami sampai di pos 3, kemudian kami istirahat sekitar 15 menit. Pukul 10.30 kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 4, medannya tidak seberat perjalanan ke pos 3, namun kami tetap harus waspada dengan jalan yang licin dan ada beberapa pohon tumbang. Setelah menempuh 1 jam perjalanan, tibalah kami di pos 4.

pos-3-latimojong

Pos 3

pos-4-latimojong

Pos 4

Pukul 11.30 kami tiba di pos 4. Kami istirahat sejenak sambil memakan bekal makanan yang kami bawa seperti roti, susu, dan air. Setelah dirasa cukup, pukul 12.00 kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 5. Pukul 13.30, kami pun sampai di pos 5. Berhubung sudah lewat waktu dzuhur, kami pun melaksanakan shalat berjamaah. Cukup lama kami beristirahat di pos 5 ini, kami juga sempat memasak dan mengambil air di sumber mata air terdekat. Di papan penunjuk arah mata air tulisannya hanya 150 meter, namun berhubung jalan yang dilalui cukup terjal dengan samping kirinya jurang serta bayaknya pohon tumbang sepanjang jalan, perjuangan untuk mengambil air ini pun terasa begitu menantang. Sekitar 15 menit kemudian barulah kami sampai di sumber mata air tersebut. Airnya terasa sangat sejuk dan menyegarkan. Setelah dirasa cukup, kami pun kembali ke pos 5. Di pos 5 ini terdapat papan bertuliskan jumlah populasi hewan hewan dilindungi seperti, anoa, babi rusa, dll.

pos-5-latimojong

Perjalanan menuju Pos 5

Setelah cukup beristirahat kami pun mengemas kembali barang barang kami dan segera melanjutkan perjalanan ke pos 6, sekitar pukul 14.00 kami mulai berangkat. Pada perjalanan ke pos 6 ini kami mulai dapat melihat sinar mentari setelah sebelumnya kami ditutupi hutan rimbun. Perjalanan menuju pos 6 ini kami mulai memasuki hutan lumut. Sekitar pukul 15.00 kami telah tiba di pos 6. Setelah istirahat sebentar kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 7. Perjalanan ke pos 7 ini merupakan perjalanan yang paling panjang. Setidaknya butuh waktu 3 jam untuk sampai kesana. Sepanjang perjalanan kami mencoba menghibur diri dengan menyaksikan keindahan alam dari atas gunung Latimojong. Tak hanya itu di perjalanan kami juga mendengar suara nyanyian burung-burung. Sekitar 2/3 perjalanan, kami mulai merasa kelelahan. Kemudian kami berhenti sejenak, dan tiba-tiba kami bertiga melihat ada tenda berwarna kuning tidak jauh dari tempat kami berdiri. Kami pun bergegas menuju tempat tenda itu, berharap itulah pos 7. Namun harapan tinggal harapan, setelah 10 menit kira kira kami berjalan tak ada satu pun tenda yang berdiri di tempat yang kami kira perkemahan. Tak ingin mempermasalahkan hal ini lebih jauh lagi dan mencegah hal lain terjadi, maka kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke pos 7. Kami tiba disana sekitar pukul 18.15. Disana rekan-rekan kami sudah mulai mendirikan tenda dan memasak. Kami pun langsung membagi tugas untuk mendirikan tenda dan memasak. Sekitar pukul 19.00 tenda sudah siap dihuni dan masakan sudah siap disantap. Namun, ternyata perjalanan ke pos 7 ini sungguh melelahkan akibatnya banyak rekan kami yang sudah tertidur pulas. Akhirnya kami pun memutuskan untuk memakannya besok pagi. Pukul 19.30 kami semua sudah tertidur pulas.

pos-6-latimojong

Pos 6

SABTU, 30 JULI 2016

pos-7-latimojong

Tempat Camp Pos 7

Sekitar pukul 05.30 kami sudah memulai aktivitas. Kami memakan makanan ynag tadi malam kami masak dan meminum minuman hangat yang kami buat. Setelah itu kami pun bersiap-siap untuk melakukan pendakian ke puncak Rante Mario. Pukul 07.00 kami memulai perjalanan ke puncak. Jalan yang kami lalaui berupa tanah bebatuan dan pohon pohon kecil. Bila diperhatikan, sepanjang perjalanan banyak sekali batu yang ditumpuk di pinggir jalan, awalnya kami bingung, mungkinkah itu penanda bagi pendaki yang hilang dipuncak atau hanya sekedar keisengan orang lain. Ternyata kami mendapat jawabannya ketika kami turun, tumpukan batu-batu itu merupakan penanda jalan agar para pendaki tidak tersesat. Hal ini dikarenakan jalan menuju puncak banyak melewati bukit batuan sehingga sulit sekali mengenali jalan. Ternyata tak hanya satu bukit yang harus kami lewati, tetapi 2 bukit yang harus kami lalui untuk mencapai puncak Rante Mario. Puncak bukit kedua yang kami lalui merupakan puncak fana yang membuat kami berkhayal itu adalah puncak. Namun puncak sesungguhnya ada dibaliknya. Sekitar 1,5 jam perjalanan, barulah kami tiba di puncak Rante Mario. Perjalanan yang cukup melelahkan terbayar sudah ketika kami melihat tugu Rante Mario dan papan plakat bertuliskan “Puncak Rante Mario (3478 mdpl)”.

Kami pun mengabadikan momen bersejarah ini dengan foto-foto narsis dan tak lupa ucapan salam untuk Keluarga Besar PMPA VAGUS FK UNS dan keluarga kami di rumah serta teman-teman kami. Kami juga mendapati ada rombongan pendaki yang mendirikan tenda di puncak, di samping tugu Rante Mario. Takjub dan tak percaya. Mengingat anginnya begitu kencang di atas sini. Pemandangan menyejukkan hati dan sinar mentari yang menghangatkan kami di atas puncak ini terasa begitu istimewa. Kami juga tak lupa mengabadikan foto bersama rekan kami.

otw-puncak-latimojong

Perjalanan menuju Puncak Rante Mario

puncak-latimojong

Puncak Latimojong – Tugu Rante Mario

Setelah merasa puas, pukul 09.30 kami memutuskan untuk turun. Pukul 10.30 kami telah sampai di pos 7. Kemudian kami langsung memasak makan siang dan membereskan tenda. Pukul 12.00 kami bersiap untuk turun gunung. Perjalanan turun ke pos 6 sekitar 1 jam, lalu ke pos 5 sekitar 45 menit, ke pos 4 sekitar 1 jam, di pos 4 ini ada salah satu rekan kami yang terkilir kakinya, kami pun segera menolongnya dengan memakaikan bandage pada kakinya. Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 3, perjalanan sekitar 45 menit. Dilanjut perjalanan menuju pos 2 sekitar 1 jam. Sekitar pukul 16.30 kami sampai di pos 2. Di pos 2 kami memasak makanan dan minuman hangat. Kami beristirahat sambil menunggu hujan agak reda. Kemudian kami mengemas barang-barang kami dan melanjutkan perjalanan turun sekitar pukul 18.00. Sepanjang perjalanan hujan mulai mengguyur badan kami, jalan begitu gelap dan tinggal rombongan kami ber-8 yang turun malam itu. Ditambah lagi medan perjalanan ke pos 1 yang begitu menantang, dimana banyak pohon tumbang dan jalan yang longsor ikut menambah kewaspadaan kami. Ditambah hal hal tak terduga lainnya yang kami alami menambah kami ingin segera sampai di beskem. Sekitar pukul 19.30 kami sampai di pos 1. Setelah istirahat sebentar kami pun melakukan perjalanan kembali ke beskem desa Karangan, sepanjang perjalanan rekan kami ada yang mengalami cedera di lututnya, sehinggga harus jalan dengan kaki sakit ditambah jalan yang licin dan ada jurang disampingnya, ikut menambah waktu tempuh kami untuk sampai ke desa Karangan. Sekitar 1,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di beskem puukul 21.00. Kami pun langsung melapor ke beskem dan segera membersihkan diri di masjid terdekat. Sekitar pukul 22.00 jeep kami telah siap untuk berangkat ke Enrekang. Karena hujan tak kunjung reda, maka kami ber-8 pun berdesakan di dalam jeep yang cukup sempit ini. Sekitar 4 jam perjalanan, pukul 01.00 kami tiba di beskem Pakis, Enrekang. Pemilik beskem sebelumnya telah berpesan kepada kami bahwa jika tidak ada orang di beskem, kuncinya ada di atas pintu. Berhubung tak ada orang ketika kami sampai, maka salah satu rekan kami langsung mengambil kunci yang ada diatas pintu tersebut. Perjalanan yang cukup melelahkan ini kami lanjutkan dengan istirahat.

MINGGU, 31 JULI 2016

Pukul 07.00 kira kira kami mulai terbangun. Kami langsung membersihkan diri dan packing ulang, lalu kami mencari sarapan disekitar pasar Enrekang. Hingga bertemulah kami dengan penjual bakso solo dan kami makan dengan lahap. Setelah selesai sarapan kami pun berbincang-bincang dengan rekan kami, rencana kami setelah inni adalah berkunjung ke Tana Toraja, kemudian salah seorang rekan kami menawarkan untuk bermain ke rumahnya di Toraja dan nanti dia yang akan menjadi guidenya, kami pun menyetujuinya. Kemudian sekitar pukul 11.00, mobil sewaan telah siap untuk mengantar kami ke Tana Toraja. Dengan penawaran sekitar 500.000, sopir pun mau mengantarkan kami ke tujuan. Sekitar 4 jam perjalanan, pukul 15.00 kami tiba di rumah rekan kami. Disana kami disuguhkan makanan, salah satunya adalah tumis daging kerbau, makanan khas Toraja. Setelah selesai makan dan shalat kami pun diajak jalan-jalan keliling Toraja. Kami berkunjung ke situs makam Kete Kesu, wisata religi Burake dan patung air mancur di Makale. Sungguh perjalanan singkat yang sangat memuaskan. Sepulangnya kami dari Burake kami disarankan oleh rekan kami tersebut untuk membeli tiket bis terlebih dahulu, karena bisnya nanti akan lewat di dekat rumahnya sehingga kami tidak perlu bolak-balik untuk membeli tiket.

Pukul 20.30 kami sampai dirumah ka Jacklyn, kami pun langsung pamit ke keluarga ka Jacklyn dan kepada tiga rekan kami termasuk ka Jacklyn sendiri. Kami bertiga ditemani dua rekan kami yang lain pun diantar ke pemberhentian bis di dekat rumahnya. Sebelum naik ke bis, kami berpamitan kembali pada rekan rekan kami yang telah menemani kami selama perjalanan di Latimojong ini. Sekitar pukul 21.00 bis siap berangkat. Lambain tangan menutup perjumpaan kami dengan rekan kami itu.

Sekitar 10 jam perjalanan dan bis yang cukup mewah dengan harga hanya 140.000/orang, perjalanan kami pun terasa nyaman dan menyenangkan. Pukul 07.00 kami telah sampai di terminal Makassar.

SENIN, 1 AGUSTUS 2016

Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Universitas Hassanuddin menggunakan pete-pete dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dengan hanya membayar 10.000/orang kami bisa sampai di dekat UNHAS. Sementara itu dua rekan kami yang lain merencanakan hal lain, salah seorang darinya berniat untuk menjelajah Makassar dan yang lainnya sudah harus bekerja esok harinya. Sebelum berpisah, kami menyempatkan diri untuk menyantap nasi kuning pinggir jalan bersama. Setelah selesai kira kira pukul 09.00, kami pun berpisah. Kami melanjutkan perjalanan ke beskem CALCANEUS di UNHAS menggunakan pete-pete, dengan membayar 5000 saja kami sudah bisa sampai disana. Kami langsung menghubungi anggota CALCANEUS. Dan kami pun disambut disana. Sesampainya disana kami langsung membersihkan diri. Sekitar pukul 13.00 kami diajak untuk membeli oleh-oleh di pusat kota dekat Pantai Losari. Sebelum pergi, kami pamit ke aggota CALCANEUS yang lain karena kami akan langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Solo. Peluk hangat mewarnai perpisahan kami. Tak lupa kami juga berpamitan kepada Mas Akbar, orang yang pertama kali menjemput kami di Bandara kala itu. Senyum hangat dan salam erat dihaturkannya kepada kami. Sebelum pulang, kami pun mengajak Mas Akbar dan teman dari CALCANEUS untuk foto bersama. Akhirnya pukul 14.30 kami pun berangkat. Sebelum membeli oleh-oleh, kami mencoba untuk mencicipi coto Makassar sekali lagi di tempat biasa teman kami makan. Setelah dirasa cukup kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh. Sesampainya disana kami langsung memilih-milih barang apa yang akan kami jadikan oleh-oleh. Kami membeli baju, tas, dompet, camilan, kopi Toraja, dan beberapa cokelat. Setelah puas berbelanja, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Hassanuddin.

Sekitar pukul 17.30 kami tiba di Bandara Hassanudin. Sekali lagi kami berpamitan kepada teman-teman kami yang telah banyak membantu kami dan bersedia menerima kami apa adannya. Salam hangat perpisahan kami lantunkan untuk mereka. Kami pun bersiap melanjutkan perjalanan pulang. Sekitar pukul 19.10 pesawat kami lepas landas. Pukul 20.40 kami tiba di Bandara Juanda, Surabaya. Kemudian kami menaiki taksi menuju terminal Surabaya. Sesampainya diterminal kami langsung menaiki bis jurusan Solo. Pukul 21.00 bis pun berangkat dengan jurusan Surabaya-Solo. Sekitar 6 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Solo.

SELASA, 2 AGUSTUS 2016

Sekitar pukul 03.00 pagi kami sampai di Terminal Tirtonadi. Kami berpisah dengan Zaki. Barok dan Mba Sari dijemput oleh teman kami dan diantar ke beskem, dan beristirahat hingga siang.

Leave a Reply

PMPA VAGUS

Basement Gedung Baru FK UNS, Surakarta

Salam Lestari

T: +62
E: vagus@fk.uns.ac.id