Catatan Perjalanan Pendakian Wajib Diksar XXIX

PROLOG
Pendakian wajib dilaksanakan untuk mendapatkan PDL dan merupakan salah satu rangkaian bagi anggota baru setelah melaksanakan diksar ruangan dan diksar lapangan.

Pendakian ini diikuti oleh tiga belas orang Diksar XXIX, dan beberapa pendamping dari Diksar XXVII (Mas Fatchur, Mas Boi, Mbak Berli) dan Diksar XXVIII (Mbak Gea, Mbak Maya, Mbak Risva, Mas Bagas, Mas Deddi).

Gunung Lawu via Cemoro Sewu adalah pilihan kami mengingat menurut AD/ART persyaratan gunung yang didaki minimal memiliki ketinggian lebih dari tiga ribu mdpl.

Jumat, 15 Februari 2019

Perjalanan dimulai dari Basecamp PMPA Vagus yang berada di FK UNS. Menurut manejemen perjalanan yang sudah dibuat, seharusnya kami berangkat pukul 05.00, namun karena Adam (29) terlambat, MP kami menjadi mundur selama satu jam.

Berfoto di depan Gedung Pendidikan Dokter

Pukul 06.00, kami berangkat menuju Basecamp Cemoro Sewu. Perjalanan yang ditempuh sekitar satu setengah jam lamanya.

Perjalanan menuju Basecamp Cemoro Sewu

Pukul 07.35 kami sampai di Basecamp Cemoro Sewu. Setelah melakukan registrasi dan menitipkan baju emergency di basecamp, kami berangkat dengan sistem kelompok-kelompok kecil yang dibagi menjadi tiga dengan jarak sepuluh menit per kelompok.

Memulai pendakian

Kebetulan pada catatan perjalanan ini memakai catatan dari kelompok tiga.
Kelompok tiga memulai pendakian pada pukul 08.10. Jalur pendakian dari basecamp menuju Pos 1 masih tergolong landai dan mudah dengan bebatuan yang memang menjadi ciri khas jalur ini.

Berfoto di tengah perjalanan

Dalam perjalanan menuju Pos 1 terdapat pos bayangan dengan gubuk yang dapat dipakai untuk beristirahat. Menurut manajemen perjalanan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pos 1 adalah satu setengah jam, namun pada pukul 09.14 kami telah sampai di Pos 1.

Di Pos 1 terdapat gubuk yang dapat digunakan untuk beristirahat dan berteduh. Selama menuju Pos 1 kami istirahat satu kali pada pukul 08.45 selama tiga menit.

Beristirahat di Pos 1

Meskipun perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 mulai banyak ditemui medan berupa tangga bebatuan, namun jalan yang landai atau bonus masih banyak ditemui di jalur ini. Dalam pendakian menuju Pos 2, kami mulai banyak beristirahat dan membuat oralit.

Selama menuju Pos 2 kami istirahat cukup banyak yaitu enam kali istirahat dan akhirnya sampai di Pos 2 pukul 11.20. Perjalanan ditempuh selama sekitar dua jam. Kami mundur setengah jam dari MP yang sudah ditentukan.

Di Pos 2 terdapat warung yang menjual makanan dan minuman seperti gorengan, mi instan, dan air mineral. Kami beristirahat selama sepuluh menit di Pos 2, lalu memulai kembali pendakian menuju ke Pos 3.

Pendakian menuju Pos 3 semakin jarang ditemui jalan yang landai. Perjalanan menuju Pos 3 terasa cukup singkat, kami sampai setelah kurang dari dua jam mendaki.

Pukul 13.30 kami sampai di Pos 3 yang juga terdapat gubuk. Tempat beristirahat di Pos 3 ini cukup luas sehingga kami melaksanakan ishoma dengan dua kelompok lain yang sudah lebih dulu sampai.

Ishoma di Pos 3 yang cukup luas

Sejauh ini cuaca Gunung Lawu masih cerah. Panas dan teriknya matahari tidak mematahkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos 4.

Pukul 14.00 kami memulai pendakian menuju Pos 4. Ini adalah medan tersulit menurut kami, dimana medan yang dilalui semuanya berupa tangga. Jalan landai atau bonus sudah sangat jarang ditemui. Pendakian menuju Pos 4 ini rasanya adalah jalur terpanjang dan paling melelahkan.

Kami yang awalnya berjalan sesuai kelompok kecil menjadi bersama-sama karena bertemu dan sama-sama beristirahat. Kaki kami mulai merasa lelah. Dalam perjalanan sesekali gerimis turun sehingga kami harus memakai ponco/jas hujan. Kabut juga terkadang naik namun terik matahari masih dapat kami rasakan.

Sampai di Pos 4

Akhirnya pada pukul 15.40 kami sampai di Pos 4. Pos ini berupa tebing dipinggir jurang yang cukup curam. Luasnya juga tidak terlalu luas, sehingga tidak disarankan untuk membangun tenda di Pos 4 ini. Namun pemandangan di Pos 4 mulai terlihat indah dan kami pun berfoto bersama.

Mengabadikan momen di Pos 4

Setelah puas mengabadikan momen, pada pukul 15.50 kami pun melanjutkan pendakian menuju Pos 5.

Jalur pendakian menuju Pos 5 memang masih berupa tangga, namun tidak sesulit dan setinggi medan pada Pos 3 menuju Pos 4. Jarak menuju Pos 5 juga tidak jauh, kami membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit dan sampai pada pukul 16.30.

Pos 5 berupa gubuk dan tempatnya cukup luas untuk mendirikan tenda untuk bermalam di sana. Sesampainya di Pos 5, hujan kembali turun sedikit lebih deras dari pada sebelumnya.

Kami yang awalnya ingin bermalam di sini akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Sendang Drajat, karena masih belum terlalu sore dan agar lebih dekat menuju puncak.

Perjalanan menuju Sendang Drajat cukup mudah. Medan yang ditempuh semuanya landai, dan pemandangannya sangat bagus.

Perjalanan kami ditemani oleh kabut dan hawa dingin yang mulai menusuk. Langit mulai gelap dan kilatan petir sesekali terlihat jelas.

Hujan datang dan pergi menemani perjalanan kami menuju Sendang Drajat

Di perjalanan menuju Sendang Drajat kami masih tetap mencuri waktu untuk mengabadikan momen dengan pemandangan yang cantik ini. Akhirnya pada pukul 17.25 kami sampai di Sendang Drajat.

Di Sendang Drajat, terdapat warung Mbok To dan sumber air berupa sumur yang cukup dalam. Sendang Drajat merupakan lokasi yang direkomendasikan untuk para pendaki bermalam sebelum summit. Selain itu, pendaki dapat bermalam di dalam warung Mbok To yang cukup luas.

Sesampainya di Sendang Drajat, kami segera membagi tugas sebelum hujan kembali turun mengingat intensitas munculnya petir semakin sering.

Beberapa ada yang membangun tenda dan ada yang memasak. Kami membangun tiga tenda dengan kapasitas tiga sampai lima orang. Selain itu, kami memasak nasi, mi rebus, nugget, dan bakso untuk makan malam.

Pukul 18.00, setelah kami selesai mendirikan tenda dan memasak, kami mulai makan malam ditemani hujan yang cukup deras. Hujan ini berhasil membuat tenda kami bocor.

Pukul 20.00 hujan berhenti dan kami mulai tidur dan beristirahat. Di tengah kami beristirahat, hujan kembali turun dengan cukup deras hingga kami semua terbangun karena tenda yang bocor dari atas dan bawah.

Pukul 03.30 kami mulai bangun dan menyiapkan perbekalan untuk summit. Pendakian menuju puncak dimulai pukul 04.30 pagi. Cuaca Gunung Lawu pagi itu sangat dingin meskipun hujan sudah tidak turun lagi.

Perjalanan menuju puncak ditempuh selama sekitar tiga puluh menit. Kami sampai di puncak pukul 05.00 dengan cuaca yang cerah, bintang-bintang dan semburat matahari yang akan terbit dapat kami lihat dengan jelas.

Menikmati sunrise di puncak Lawu

Kami mengabadikan momen dilanjut dengan penyematan PDL hingga pukul 08.00. Setelah itu, kami kembali ke Sendang Drajat untuk sarapan dan persiapan turun.

Selesai penyematan PDL di puncak Lawu

Pukul 10.30 kami mulai turun dimulai dari kelompok 3 yang bergantian turun terlebih dahulu. Perjalanan turun dirasa lebih cepat dan mudah dari pada saat mendaki.

Dari Sendang Drajat menuju Pos 4 dapat ditempuh sekitar dua puluh menit. Kami tidak berhenti di Pos 5 dan memilih untuk terus melanjutkan perjalanan dan beristirahat selama tiga menit di Pos 4 pada pukul 10.40.

Perjalanan menuju ke Pos 3 membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Pukul 11.25 kami sudah sampai di Pos 3. Setelah beristirahat selama lima menit, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pos 2. Pada perjalanan ini, kelompok kecil mulai tergabung kembali.

Kami sampai di Pos 2 bersama-sama pada pukul 12.45. Akhirnya kami memutuskan untuk turun bersama-sama dan tidak lagi menggunakan kelompok kecil. Kami beristirahat selama lima belas menit di Pos 2.

Pukul 13.00 kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pos 1. Perjalanan ini rasanya adalah jarak yang paling jauh. Kami beberapa kali beristirahat dan sempat berhenti untuk menemani pendaki lain yang sedang sakit.

Kami sampai di Pos 1 sekitar pukul 14.45. Setelah sekitar hampir dua jam berjalan, kami beristirahat di Pos 1 selama sepuluh menit. Perjalanan dari Pos 1 menuju ke basecamp ditempuh sekitar satu jam.

Pukul 15.50 kami tiba di Basecamp Cemoro Sewu dengan selamat. Cuaca di Gunung Lawu pada saat turun sangat cerah, tidak ada kabut dan hujan yang turun seperti kemarin.


Video perjalanan kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.