PATUT: Tindakan yang tidak patut dilakukan

Ketika kita mulai belajar tentang pertolongan pertama, ada suatu pedoman tindakan pertolongan pertama yang bernama “PATUT”, yang merupakan akronim:
P = PENOLONG harus mengamankan diri sendiri dulu sebelum bertindak
A = AMANKAN KORBAN dari gangguan di tempat kejadian sehingga bebas dari bahaya
T = TANDAI TEMPAT KEJADIAN sehingga orang lain tahu bahwa di tempat itu ada kecelakaan.
U = USAHAKAN MENGHUBUNGI ambulans, dokter atau yang berwajib
T = TINDAKAN pertolongan terhadap korban dalam urutan yang tepat.

Sebenarnya PATUT dibuat untuk mengaman daerah kecelakan lalu lintas bukan untuk menolong korban, yang entah kenapa semua orang termasuk tenaga medis juga menganut aturan “bodoh” itu.

Sementara itu ada apa yang disebut Pemeriksaan Korban [ada yang menyebut Survei Korban]. Disini ada 2 komponen Pemeriksaan Primer/Awal untuk memeriksa fungsi hidup dasar dan Pemeriksaan Sekunder untuk memeriksaan trauma (misalnya perlukaan, patah tulang) dan vital sign (suhu, tekanan darah, dsb).

Ada bebrapa versi pemeriksaan primer DRABC (cara St John: ambulan Inggris dan negara persemakmurannya) dan ABCDE (cara EMT: ambulan Amerika) tetapi pemeriksaan sekunder umumnya hampir sama. Sebenarnya nggak ada yang lebih benar, tapi harus selalu diingat untuk “use your local protocol”. Karena di Indonesia belum ada standar nasional maka terserah pada anda mau pake yang mana (kecuali untuk tingkat instasi atau organisasi misalnya buat lomba kalau enggak nurut standar instasi atau organisasi itu ya kamu kalah).

 

Sekilas saya akan terangkan tentang DRABC (untuk mempermudah digunakan istilah Dokter ABC)
Danger: penolong mengamankan diri sendiri sebelum mengamankan korban
Respon: periksa respon kesadaran korban, jika korban tidak sadar panggil ambulan
Airway: Buka jalan nafas dengan tekan dahi angkat dagu, bersihan jika ada sumbatan jalan nafas
Brething: Jika tidak ada nafas beri nafas spontan
Circulation: Cek nadi karotis (leher) jika tidak ada mulai Resusitasi Jantung Paru, selain itu juga hentikan pendaraha (control bleeding).

Jika waktu resopn korban hanya tidak sadar, posisikan posisi pemulihan. Untuk ABCDE sebenarnya sama saja cuman Responnya diubah namanya menjadi Disability dan ditambah Exposure yaitu memaparkan daerah perlukaan. Oya jangan sampai lupa entah DRABC, atau ABCDE dilakukan secara berurutan jangan kebolak-balik ya. Dan jangan pernah make PATUT dan tindakan pertolongan pertama bukan merupakan pengobatan jangan lupa itu…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.