NAMA GUNUNG: MERBABU

KETINGGIAN :3142 mdpl

LOKASI :Semarang, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah), Indonesia

PESERTA : 16 orang Diksar 23 (4 laki-laki, 12 perempuan), 7 kakak pendamping Vagus (5 laki-laki, 2 perempuan), pendakian dibagi menjadi 3 kelompok kecil

Pendakian ini adalah pendakian wajib bagi diksar kami, Diksar XXIII, selaku diksar baru di PMPA VAGUS. Rabu 16 Januari 2013, kami berkumpul di base camp tercinta pada pukul 15.00 untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sebelum berangkat, kami sempat mendapat kesulitan, yakni mencari kendaraan untuk mengantarkan kami sampai tiba di base camp Gunung Merbabu. Namun untunglah, semua itu dapat diatasi dengan bantuan dari kakak-kakak Vagus yang mendampingi kami.

Pukul 16.14 kami memulai perjalan dari base camp Vagus, yang terletak di gedung A Fakultas Kedokteran UNS. Kami berangkat dengan menggunakan motor. Sebelum memulai perjalanan, tak lupa kami berdoa dahulu pada Tuhan yang Maha Esa meminta perlindungan dan pertolongan. Hebatnya, kebanyakan dari peserta pendakian ini adalah perempuan. Awalnya, kami sempat khawatir bila mereka mengemudi naik motor dengan carrier dan membonceng satu sama lain. Tapi ternyata mereka perempuan-perempuan yang cukup super. Syukurlah, kami dapat tiba di warung dekat base camp Gunung Merbabu dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun. Walaupun salah seorang peserta, Gani, sempat tertinggal di belakang. Untung saja, ada kakak pendamping Vagus, Azamat, yang menjadi sweeper. Kami sempat berhenti di warung dekat base camp untuk makan sore terlebih dahulu. Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan dengan motor ke base camp Gunung Merbabu. Perjalanan dari warung ke base camp benar-benar menantang. Jalanan berkabut, tanjakan tinggi, licin, dan permukaan jalan tidak rata. Pada akhirnya beberapa dari kami terpaksa turun dari motor dan memilih berjalan, karena motor yang tidak kuat buat jalan menanjak.

Pada pukul 19.00, kami tiba di base camp Gunung Merbabu. Setelah itu kami melakukan beberapa persiapan dan melakukan beberapa reparasi barang, karena ada frame dome yang rusak sewaktu kami tiba di base camp. Saat semua sudah selesai, mulai dari registrasi, penitipan motor dan lain sebagainya kami pun siap untuk berangkat mendaki. Namun ternyata sebelum mendaki, ada beberapa kakak Vagus yang baru saja menyusul untuk memberi semangat dan dukungan pada kami.

Pada pukul 20.40, kami memulai pendakian kami, tentu saja dengan tak lupa berdoa terlebih dahulu. Kami juga mendapatkan beberapa saran dan wejangan dari kakak-kakak Vagus. Pendakian pun kami mulai dengan  cuaca baik, dan langit indah yang dipenuhi bintang.

BASE CAMP – POS 1

Keadaan lokasi: Jalan yang menanjak namun tak begitu curam. Terdapat beberapa pohon tumbang. Terdapat satu pohon tumbang yang berbentuk seperti mata dan di kelilingi hutan.

Kami sempat beristirahat di pos bayangan selama 10 menit, lalu melanjutkan lagi sampai pos 1 dan tiba di sana pukul 21.55. Kami beristirahat sejenak, minum oralit, dan meregangkan otot-otot yang lelah. Ada satu teman kami yang mengalami kram kaki, namun syukurlah berhasil diatasi. Pada pukul 22.22 malam, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2

POS 1 – POS 2

Keadaan lokasi: Jalan banyak menanjak dan beberapa terjal.

Kami  tiba di pos 2 pukul 23.44. Kami lalu beristirahat sejenak, mengisi tenaga dan melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 00.00 menuju pos 3

POS 2 – POS 3

Keadaan lokasi: Jalanan yang menanjak miring dan sedikit berbatu, di kelilingi pohon-pohon yang sangat tinggi.

Kami tiba di pos 3 pukul 00.50. Kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan ke pos 4 pada pukul 01.05.

POS 3 – SABANA 1

Keadaan lokasi: Jalanan yang menanjak miring 450, curam dan terdapat beberapa medan yang sulit dilewati, sehingga harus menggunakan webbing. Sekeliling jalan juga terdapat pohon-pohon edelweiss dan pohon lain, serta rerumputan.

Kami akhirnya tiba di sabana 1 pukul 02.11. Salah satu teman kami bernama Pieter berkata jika ia baru pertama kali melihat bintang seperti ini. Kemudian kami memutuskan untuk berkemah di sabana 1, tenda pun kami dirikan. Pada pukul 03.00, tenda telah siap digunakan dan beberapa teman kami memasak makanan. Kami pun beristirahat di dalam dome dan tidur untuk mengisi tenaga.

Pada pukul 05.00, kami bangun untuk melihat sunrise dari sabana 1. Di sana terlihat beberapa gunung yang berada bersebelahan dengan Gunung Merbabu. Suasana sangat indah dan udaranya sangat dingin. Ternyata kami mendapat kejutan, dua dari teman kami yang tadinya tidak ikut, tiba-tiba muncul di sabana 1, rupanya kemarin malam mereka berangkat pada pukul 12 malam dan sampai pada pukul 04.00 pagi di sabana 1. Mereka adalah Midyana dan Andre. Kemudian kami berfoto-foto bersama, lalu menyiapkan makanan. Kami menyantap sarapan dan berkumpul kembali pada pukul 07.00 kurang, untuk bersiap melanjutkan perjalanan ke puncak. Pada pukul 07.05, kami pun melanjutkan mendaki ke puncak Gunung Merbabu. Beruntungnya kami, pagi itu cuaca sangat cerah dan bagus. Saat mendaki ke puncak, kami meninggalkan carriercarrier kami di tenda dan hanya membawa 3 buah day pack yang berisi bendera Vagus, slayer Vagus, perbekalan kecil seperti minuman dan snack, serta ponco dan jaket.

SABANA 1 – SABANA 2

Keadaan lokasi: Melewati bukit, sehingga perjalan menanjak lalu turun. Dikelilingi oleh padang rumput dan pohon-pohon edelweiss. Bila kita menengok kebelakang, makan dapat terlihat dengan jelas indahnya Gunung Merapi dari jauh yang di kelilingi awan dan kabut. Serta terdapat lautan awan di sekitar bukit yang kami lewati.

Di sabana 2 kami beristirahat selama 15 menit. Sabana 2 sendiri adalah seperti duatu dataran yang sangat luas dan ditumbuhi oleh padang ruput yang luas, sehingga saya sejenak tertidur di sana karena cerahnya pagi dan sejuknya udara adalah ramuan yang pas untuk membuat kantuk.

SABANA 2 – PUNCAK TRIANGGULASI

Keadaan lokasi: Berbukit, tetapi lebih jauh dan menanjak daripada Sabana 1 menuju Sabana 2, dikelilingi padang rumput dan pohon-pohon edelweiss.

Pada pukul 09.20 kami tiba di Puncak Trianggulasi. Di sana kami bersantai, menikmati pemandangan sambil memakan bekal kami. Tak lupa tentunya, kami mengambil beberapa gambar beesama. Sayangnya, keadaan puncak saat itu sudah berkabut, karena kami berangkat dari Sabana 1 kurang pagi. Lalu kami berpindah dari Puncak Trianggulasi meuju Puncak Kenteng Songo.

PUNCAK TRIANGGULASI – PUNCAK KENTENG SONGO

Perjalanan ditempuh selama 3 menit.

Di Puncak Kenteng Songo, kami bersantai dan berfoto-foto. Sayangnya, terdapat beberapa tumpukan sampah di puncak tersebut kerena ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya kami memutuskan untuk sedikit membersihkan dengan membawa beberapa sampah turun.

Kami turun dari Puncak Kenteng Songo ke Puncak Trianggulasi, lalu dari Puncak Trianggulasi kami turun  kembali menuju Sabana 1 pada pukul 10.23

Kami tiba di Sabana 1 pukul 12.05, lalu memulai memasak makan siang dan mempersiapkan diri untuk turun menuju base camp Merbabu untuk kembali ke Solo.

Pada pukul 15.30 siang, kami berangkat dari Sabana 1 turun menuju pos 3

SABANA 1 – POS 3

Cuaca saat itu berkabut, angin kencang dan jalan licin.

Kami tiba di pos 3 (watu tulis) pada pukul 16.20. Cuaca saat itu cerah, namun medan terjal dan licin. Di pos 3 kami melakukan penaman bibit pohon trembesi yang sebelumnya sudah kami bawa dari base camp Vagus, yang kemarin kami letakan di Pos 3 untuk nanti kami tanam. Pohon kami tanam pada sebuah cekungan. Pada pukul 16.30 kami turun dari pos 3 dan memilih jalan turun yang berbeda dari jalur kami saat naik, dengan asumsi jalan yang dipilih ini akan lebih cepat untuk tiba di pos 1.

POS 3 – POS 1

Keadaan lokasi: Pertama melalui padang rumput sebelum pos 3. Lalu setelah pos 3 kami melalui suatu padang ilalang yang dan semak-semak rendah. Kabut sesekali datang. Tanaman didominasi oleh pohon edelweiss dan buah berry berwarna merah yang bisa di konsumsi. Rasa berry tersebut agak keasaman. Setelah padang ilalang dan semak, kami melalui jalan yang didominasi oleh pohon besar dan semak belukar. Semakin lama, jalan semakin menyempit dan memasuki wilayah hutan belantara. Di dalam hutan tersebut terdapat banyak tumbuhan liar berduri, pohon-pohon tumbang, dan gelap. Hal ini menyebabkan medan yang ditempuh menjadi sukar. Terlebih lagi jalanan yang agak licin dan kondisi badan yang sudah kelelahan.

Kami tiba di pos 1 pada pukul 18.50 malam lalu kami berisitirahat sejenak. Sekitar pukul 19.00 kami melanjutkan perjalanan untuk sampai ke base camp Gunung Merbabu.

POS 1 – BASE CAMP GUNUNG MERBABU

Keadaan lokasi: Dikelilingi hutan, namun medan tidak begitu sulit untuk di lewati dan kembali terdapat pohon-pohon tumbang yang kami telah lewati pada pendakian kemarin.

Kami tiba di base camp Gunung Merbabu pada pukul 20.17 malam dengan disambut oleh hujan yang tak begitu deras.

Di base camp, kami berganti pakaian, makan malam, dan tidur untuk kemudian besok pagi pulang kembali ke Solo.

Pagi harinya kami pulang ke Solo dan tiba di base camp Vagus pada pukul 08.25 pagi.

Demikian catatan perjalanan kami.Semoga dapat menambah informasi bagi teman-teman sekalian. Maaf bila ada kesalahan kata dalam catatan perjalanan ini. Sekian dan terima kasih.

 

Penulis: Gani Dwi Cahya (Diksar XXIII)

Editor: Gisti Respati

3 Replies to “Pendakian Wajib Diksar XXIII – Gunung Merbabu 3142 mdpl”

  1. benar..mungkin pembagian teamnya bagaimana, manajemen perjalanannya gimana…jadi catper ini tidak hanya sebagai sebuah cerita saja tapi juga memberikan pelajaran bagi orang lain juga…okesib bagus..semangatnya dijaga..persaudaraannya dijaga terus

  2. Kalo bisa data2nya dilengkapi ya…
    naik dari mana, turun dari mana, manajemen perjalanan dll…
    Good job..
    😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.