PENDAKIAN WAJIB DIKSAR XXV

GUNUNG MERBABU

(07-08 FEBRUARI 2015)

 

PENJIB E XXV!

(Anggota PMPA Vagus di Puncak Kenteng Songo 3.142mdpl, Gunung Merbabu)

Pada tanggal 07 Februari 2015, Anggota Muda Diksar XXV PMPA Vagus FK UNS bersama beberapa pendamping senior melakukan pendakian wajib di Gunung Merbabu, dengan tujuan puncak Kenteng Songo, 3142mdpl. Kami berkumpul di Basecamp PMPA Vagus sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengecek kelengkapan perjalanan, berfoto bersama, dan melakukan upacara pelepasan, sebelum meninggalkan Basecamp sekitar pukul 08.30 WIB menumpang truk yang telah kami pesan.

Perjalanan dari Basecamp PMPA Vagus kami tempuh sekitar kurang lebih 3 jam sebelum akhirnya kami sampai di pos pendakian Gunung Merbabu via Wekas pada pukul 11.30 WIB. Setelah sampai di pos pendakian, kami mendaftarkan diri untuk melaksanakan pendakian lalu melakuan ISHOMA selama 1 jam. Usai makan siang dan sholat, mulailah kami melaksanakan pendakian pada pukul 12.30 WIB.

Pendakian dibagi menjadi beberapa kloter agar tidak terlalu banyak orang yang mendaki secara bersamaan, di mana ditakutkan akan mengganggu pendakian. Dari total 6 kelompok, kami membagi menjadi 3 kloter, yaitu kelompok 1 dan 2, kelompok 3 dan 4 , lalu 5 dan 6, di mana antar kelompok berjarak waktu 10 menit dan setiap kelompok didampingi senior. Kami memulai pendakian dengan mengenakan jas hujan karena cuaca tidak bersahabat di mana saat itu turun hujan lebat.

Dari pos awal pendakian, trek yang ditempuh melewati pos 1 hingga pos 2 menanjak terus-menerus dengan trek datar yang sedikit, di mana trek dari pos awal pendakian ke pos 1 cukup menanjak dan trek dari pos 1 ke pos 2 menanjak curam. Pendaki harus berhati-hati dalam berjalan karena medan seperti itu, terutama di musim hujan di mana jalur banyak yang tertutup kabut dan sangat licin. Di perjalanan menuju pos 2 banyak anggota kelompok yang kram kakinya, sehingga perlu penanganan cepat agar dapat melanjutkan perjalanan. Kelompok 1 sampai di pos 2 sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung mendirikan tenda, lalu disusul kelompok-kelompok lainnya yang juga mulai berdatangan.

Pos 2 merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa dijadikan tempat mendirikan tenda sebagai tempat istirahat dan bermalam. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur pos 2 ini banyak digunakan oleh orang-orang untuk berkemah, di mana di pos 2 ini bisa mencapai puluhan tenda pendaki didirikan. Pada pos 2 terdapat sumber air yang memanfaatkan aliran air dari pipa-pipa yang menyalurkan air ke kaki gunung. Pipa tersebut ada bagian yang dilubangi, namun diberi penutup, sehingga pendaki dapat mengambil air bila memerlukan.

Kala itu di pos 2 hujan masih turun dengan deras, kami segera mendirikan tenda untuk tempat berteduh dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dan tak tak lupa pula kami menyiapkan makanan yang telah kami bawa sebagai sumber energi untuk perjalanan ke puncak.

Sekitar pukul 01.20 dini hari, kami bersiap untuk perjalanan ke puncak. Tujuan kami adalah Puncak Kenteng Songo yang ketinggiannya kurang lebih 3142 dpl dan merupakan puncak tertinggi Gunung Merbabu.Tak lupa kami juga membawa barang-barang yang diperlukan seperti keperluan logistik,jas hujan,dan keperluan yang lainnya.

Sebelum melakukan perjalanan tak lupa kami berdoa. Setelah itu memulai perjalanan bersama-sama. Jalan yang harus dilalui cukup mengerikan karena disisi kanan kiri berupa jurang dn kondisi jalannyapun juga licin. Setelah berjalan kurang lebih selama 3 jam, kami terhenti didekat sebuah air terjun.

Di saat seperti itu kami berusaha mencari jalan yang aman untuk dilalui. Setelah dilakukan pengecekan ternyata untuk dapat melalui jalur tersebut harus menggunakan webbing. Karena peserta cukup banyak, dan sebagian besar pesertanya adalah perempuan, jadi bila harus menggunakan webbing dirasa lebih beresiko.

Untuk itu kami memutuskan untuk kembali ke pos 2 dan memilih jalur yang lainnya yang lebih aman. Kami tiba di pos 2 sekitar jam 06.20. Lalu kami beristirahat sebentar. Sekitar pukul 07.00 kami memulai perjalanan ke puncak.

Barang-barang yang kami bawa lebih sedikit dari semula, sehingga diharapkan lebih nyaman ketika berjalan dan melihat kondisi tubuh kami yang sudah cukup kelelahan karena salah   jalur pada awalnya. Tetapi kami tetap semangat untuk sampai ke puncak kenteng sanga. Selama perjalanan kelelahan kami terbayar dengan pemandangan yang begitu indah.

Untuk dapat sampai ke puncak kami harus melewati medan yang cukup menantang, karena medannya berupa bebatuan yang curam,sehingga tak jarang pula mengaharuskan kami untuk merangkak. Kami saling membantu dan saling menyemangati satu sama lainnya. Dalam hal ini sangat diperlukan kehati-hatian dan harus selalu fokus. Karena medanya curam dan licin.Sebelum sampai puncak kami harus melewati sebuah tebing yang dikenal dengan “Jembatan Setan”. Tebing tersebut cukup menakutkan bagi pemula seperti kami, khususnya bagi peserta perempuan. Akhinya tiba juga di puncak sekitar pukul 11.00 untuk kloter yang pertama dan untuk kloter kurang lebih sampai di puncak pukul 11.30.

Setelah sampai puncak kami berfoto bersama untuk mengabadikan momen special tersebut. Walaupun kami tidak bisa menikmati sunsetnya tapi kami tetap bersyukur bisa sampai ke puncak bersama-sama dalam keadaan sehat walafiat. Dan pemangan dari puncak merbabu memang sangat memukau. Beberapa teman kami menyiapkan makanan. Setalah semua sampai di puncak, upacara penyematanpun dilakukan. Upacara tersebut dipimpin oleh Mas Pieter selaku ketua PMPA Vagus Tahun 2015 dan didampingi oleh Mba Midi, Mas Tata, Mas Gunawan, dan Mas Dika. Upacara itu meliputi pembacaan kode etik pecinta alam, penyerahan PDL secara simbolis, dll. Dan upacra tersebut ditutup dengan foto bersama-sama.

Setelah penyematan PDL selesai dilakukan, kamipun langsung bergegas untuk turun kembali ke pos 2. Cuaca pada saat kami memulai perjalanan turun saat itu adalah berkabut. Ditengah-tengah perjalanan, hujan pun mulai turun dan perlahan-lahan menjadi semakin deras. Akibatnya, jalur berbatu yang kami tempuh menjadi tempat mengalirnya air yang cukup deras. Akhirnya, setelah 3 jam lebih perjalanan, kami pun sampai di pos 2 dan langsung menuju tenda masing-masing untuk mengganti baju kering dan mempersiapkan diri untuk perjalanan turun ke basecamp pendakian

Setelah penyematan PDL selesai dilakukan, kamipun langsung bergegas untuk turun kembali ke pos 2. Cuaca pada saat kami memulai perjalanan turun saat itu adalah berkabut. Ditengah-tengah perjalanan, hujan pun mulai turun dan perlahan-lahan menjadi semakin deras. Akibatnya, jalur berbatu yang kami tempuh menjadi tempat mengalirnya air yang cukup deras. Akhirnya, setelah 3 jam lebih perjalanan, kami pun sampai di pos 2 dan langsung menuju tenda masing-masing untuk mengganti baju kering dan mempersiapkan diri untuk perjalanan turun ke basecamp pendakian

Sesampainya di Pos 2 kami ganti baju karena kehujanan dari perjalanan puncak menuju pos 2. Setelah ganti dengan pakaian kering kami memasak sisa persediaan logistik yang kami punya selain untuk bekal tenaga untuk perjalanan kami berikutnya juga untuk menghabiskan logistik sehingga mengurangi berat yang harus dibawa turun nanti. Sekitar pukul 7, kami berberes barang-barang dan tenda dome. Selanjutnya kami berkumpul untuk memastikan kelengkapan anggota sebelum berangkat turun, dan juga bersiap2 senter untuk memulai perjalanan, selain itu kami juga menentukan sistem perjalanan turun kami dan diputuskan kami akan turun secara bersamaan ber-27 dengan tambahan para senior. Kami menentukan leader turun yaitu Fadhlan dan sebagai Sweeper adalah Panji. Hari sudah gelap dan hujan masih turun, tak lupa kami berdoa bersama sebelum memulai perjalanan turun.

Saat perjalanan turun hujan pun masih deras sehingga kami dengan berhati-hati serta saling mengingatkan satu sama lain. Saat awal perjalanan diberikan perjanjian bahwa jika ada yang berteriak “Q” maka leader yang menjawab dan “QQ” sweeper yang menjawab. Kode ini bertujuan untuk seluruh anggota yang turun tetap utuh dan jaraknya tetap dekat satu sama lain. Ketika perjalanan turun banyak yang tergelincir karena licinnya jalan turun, awalnya kami saling menunggu dari leader hingga ke sweeper namun karena dirasa tidak efektif kami pun dibagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama dipimpin oleh mas Brynt dan diikuti oleh orang-orang yang ingin di kloter pertama. Kemudian kloter kedua dan ketiga menyusul di belakangnya berselang 5 menit. Sistem kloter ini jauh lebih efektif dibandingkan turun secara bersamaan yang kami lakukan di awal perjalanan turun. Akhirnya kami tiba di pos 1 dan beristirahat sekitar 10 menit.

Dari pos 1 kami melanjutkan menuju ke basecamp. Hujan sudah mulai mereda namun belum berhenti sepenuhnya. Akhirnya kloter pertama sampai di basecamp pukul 11 malam. Kloter berikutnya pun ikut menyusul selang beberapa waktu, namun sudah tidak berurutan antar kloter karena banyak yang memisah. Sesampainya di basecamp kami bergantian bersih-bersih, ganti pakaian dan juga makan malam.

Pada pukul 11.00 malam semua kloter telah sampai di basecamp pendakian, beberapa dari kami berganti pakaian, merapikan carrier, menyantap makanan, dan beristirahat. Pada pukul 11.30 kami memasukan carrier di truck dan melanjutkan perjalanan pulang menuju basecamp vagus. Perjalanan kami habiskan dengan tidur, namun di tengah perjalanan, tidur kami terganggu karena speaker pada truck jatuh dan menimpa panji dan fadhlan, namun perjalanan tetap dilanjutkan. Kami tiba di basecamp vagus pada pukul 02.30 tanggal 9 februari 2015. Saat tiba di basecamp vagus kami disambut oleh beberapa senior kami diantaranya mas Gagat dan mba Rima, mereka pula yang memberi pengarahan terakhir dan menutup rangkaian acara pendakian wajib diksar XXV.

RINCIAN BIAYA

Tiket Registrasi            : Rp5.000,00 / orang

Transport                     : Gratis (menggunakan kendaraan pendaki)

Registrasi                     : Rp5.000,00 / orang

Sewa carrier                 : Rp10.000,00 / hari

Sewa matras                : Rp5.000,00 / hari

Sewa nesting               : Rp20.000,00 / hari

Gula jawa                    : Rp3.000,00

Mie instan                    : Rp2.000,00

Roti                              : Rp3.000,00

Gas butana                   : Rp18.000,00 / tabung

P3K                             :Rp20.000,00

Telur Rebus                 : Rp1.200,00

Pocari                           : Rp5000,00 / Botol

Sosis                            : Rp10.000,00 / Bungkus isi 6

Garam                          : Rp5000,00/ ¼ KG

Gula                             : Rp11.000,00 / KG

Makan siang                : Rp8.000,00

Tisu                              : Rp2500,00

MANAJEMEN RISIKO DAN PENANGANAN

  1. Kelelahan : Istirahat sebentar sewaktu pendakian
  2. Hipotermia : Dijaga kesadarannya, dipastikan pakaiannya kering dan jika basah segera diganti, diberikan minuman hangat dan makanan, dikenakan lebih banyak pakaian hangat, serta didekatkan dengan sumber kehangatan seperti api jika memungkinkan
  3. Hipoglikemia : Diberikan asupan makanan dengan kadar glukosa yang tinggi
  4. Keram : Diberikan Oralit
  5. Mountaint sickness : Istirahat, diberikan makanan, dan diberikan oralit
  6. Bila terjadi badai : Mendirikan tenda jika memungkinkan. Jika tidak, lanjutkan hingga menemukan tempat yang layak untuk mendirikan tenda. Jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan, disarankan untuk turun gunung.
  7. Sprain/Strain : Bagian tubuh yang terkena sprain/strain dibebat, lanjutkan perjalanan jika memungkinkan, dan diberikan analgesik topikal/oral

Catatan:

  •  Makanan sewaktu summit attack jangan di habiskan supaya ada sisa makan untuk perjalanan pulang
  • Anggota kelompok tidak boleh berpencar, anggota yang sakit  harus dijaga
  • Tenda tidak disarankan untuk dijinjing
  • Peralatan harus dirawat, terlebih jika peralatan tersebut merupakan pinjaman
  • Konsumsi selama summit attack harus dipersiapkan dan diperhitungkan dengan baik
  • Etika saat berada di gunung harus selalu dijaga