Pada tanggal 2-3 Maret 2013, VAGUS mengadakan pendidikan Rafting di sungai Elo, bekerja sama dengan Jogja Rafting. Anggota VAGUS yang ikut berjumlah  41 anggota yang berasal dari Diksar 21 sampai Diksar 23.

Tanggal 2 Maret 2013, VAGUS bersiap-siap berangkat ke sungai Elo. Kami berangkat dari beskem kami yang bertempat di Kampus Kentingan UNS dengan menggunakan bus pukul 10.03 waktu VAGUS. Perjalanan ke sungai Elo, kami lewati tanpa hambatan. Kami melewati jalur SOLO-KARTASURA-SLEMAN-YOGYAKARTA-MAGELANG selama 4 jam. Cuaca di sepanjang perjalanan pun cukup cerah.

Kami tiba di Jogja Rafting yang bertempat di Jl. Magelang-Jogja KM 7.5 Pare Blondo Mungkid, Magelang pukul 14.03. Sesampainya di tempat tujuan, kami istirahat dan sholat pukul 14.13, beberapa anggota membangun dome di depan beskem Jogja Rafting. Pukul 15.00, kami makan siang bersama sambil menikmati pemandangan sungai Elo. Cuaca disana berawan dan sempat turun hujan ringan.

Selesai makan siang, kami berkumpul di dalam beskem untuk menyimak materi yang disampaikan oleh Mas Toto, instruktur kami. Sebelum materi dimulai, kami bermain game “seven booms”  sebagai ice breaking hingga Mas Toto datang. Materi pun dimulai pukul 16.07. Mas Toto memberikan materi lengkap mulai dari sejarah rafting, alat-alat yang digunakan untuk rafting, teknik dayung, hingga beberapa kejadian yang pernah terjadi di Sungai Elo. Dan berikut adalah beberapa kilasan singkatnya.

Arung jeram atau yang biasa kita sebut dengan rafting adalah olahraga yang dilakukan di sungai yang berarus deras dan berjeram dengan menggunakan perahu karet. Biasanya dalam satu perahu terdiri dari 6 orang dan ada seorang leader. Alat-alat pengaman yang perlu digunakan adalah dayung, helm dan pelampung. Untuk lebih lengkapnya bisa ditambahkan throwbag (tali lempar) yang digunakan untuk menarik anggota yang jatuh saat ada jeram agar tidak terseret arus, drybag untuk menyimpan perbekalan dan obat-obatan, sandal yang bertali agar tidak lepas terbawa arus,

Dalam rafting kita juga belajar bagaimana memegang dayung yang benar dan memelajari beberapa teknik mendayung. Dayung memiliki 3 bagian yaitu T Grip (pegangan berbentuk huruf T), batang dan blade. Cara memegang dayung, jika duduk di sebelah kiri perahu, genggam T grip dengan tangan kanan dengan cara meletakkan keempat jari di bagian horizontal dan jempol di bawahnya. Kemudian tangan kiri diletakkan di batang tepat di tengah-tengahnya. Teknik ini berfungsi untuk memaksimalkan power dan menjaga controlling dayung dengan baik. Beberapa teknik mendayung yang diajarkan oleh Mas Toto, antara lain:

  1. Dayung Maju yaitu ayun atau dorong dayung kedepan, kemudian masukkan blade ke air (hingga ½ dari blade masuk) kemudian tarik ke belakang. Berfungsi untuk menambah laju perahu.
  2. Dayung Mundur yaitu tarik dayung ke belakang di atas permukaan air kemudian masukkan blade ke dalam air dan dorong ke depan dengan tangan lurus ke depan. Berfungsi untuk menahan laju perahu atau berjalan mundur.
  3. Dayung Tarik ada 2 macam, yaitu kanan tarik dan kiri tarik. Caranya raihlah jangkauan dayungan ke arah luar perahu sejauh mungkin, arahkan blade ke arah sisi perahu. Masukkan blade dan tariklah ke arah perahu. Fungsinya untuk memberikan efek perahu bergeser ke kanan atau ke kiri dan menahan perahu agar tidak terbawa arus.

Kemudian setelah membahas tentang rafting dan beberapa cerita menarik yang disampaikan oleh Mas Toto, materipun selesai. Ishoma dijadwalkan pukul 17.15. Sebelum itu, salah seorang anggota diksar 21, Mbak Iin memberitahu kami acara yang akan kami lakukan setelah ishoma. Kami diwajibkan untuk menampilkan sebuah drama musikal dimana masing-masing dari kami sudah dibagi ke beberapa kelompok yang berbeda. Setelah itu masing-masing kelompok diberi sebuah skenario permasalahan, dan kami ditugaskan untuk mendiskusikan penyelesaian masalah tersebut. Nah, acara inilah yang dinamakan kemah kerja.

Kemudian kami berpencar untuk sholat, dan setelah sholat kami berkumpul sesuai kelompok masing-masing untuk mempersiapkan drama musikal. Pukul 19.32 kami makan malam bersama di beskem. Sesudah makan malam, kami berkumpul di lapangan dan membuat api unggun sekaligus melanjutkan permainan “Seven Booms”. Saat itu kami juga kedatangan tamu istimewa Vagus. Mereka adalah dr. Guntur yang merupakan senior kami di VAGUS angkatan 90-an dan istrinya, mbak Mufida. Banyak pelajaran yang kami dapat dari kedua senior tersebut. Beliau menceritakan bagaimana perkembangan Vagus di jaman mereka hingga saat ini. Beliau juga memberikan masukan, motivasi dan mengajak kami semua untuk saling mengenal diantara para senior. Menunjukkan pada kami betapa kekeluargaan Vagus itu sangat erat. Beliau juga berpesan pada kami untuk tetap menjaga nama baik Vagus dan mengembangkan Vagus agar jadi lebih baik lagi. Atas semua saran dan bimbingannya kami mengucapkan terima kasih pada beliau.

Setelah dr. Guntur dan mbak Mufida berpamitan, kami melanjutkan acara kami yaitu diskusi masalah. Sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk, kami berkumpul mendiskusikan masalah pada scenario yang telah diberikan. Masing-masing kelompok diberikan skenario yang berbeda. Diskusi ini sangat mengesankan karena masalah yang diberikan merupakan masalah yang sedang atau akan kami hadapi sebagai suatu organisasi sekaligus suatu keluarga. Diskusi dimulai pukul 21.50 dan selesai pukul 22.28. Kami pun masuk lagi ke dalam beskem dan kami mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Setiap kelompok yang selesai mempresentasikan diskusinya langsung menampilkan drama musikal yang telah dibuat. Tawa kami pun pecah karena banyak kelucuan dan kekonyolan yang ada dalam drama yang semakin mengakrabkan kami semua.

Pukul 01.10 dini hari, penampilan dan presentasi selesai. Selanjutnya, kami membahas evalusi pendakian pertama bersama Diksar 23 yang ternyata masih banyak kekurangannya. Namun dengan adanya evaluasi ini akan jadi pelajaran agar Diksar 23 bisa jadi lebih baik. Setelah semua acara selesai dilaksanankan, kami pergi tidur pada pukul 02.00 dini hari.

Keesokan harinya, tanggal 3 Maret 2013 pukul 05.00 kami semua bangun, sholat dan mempersiapkan diri untuk rafting. Pukul 06.43, kami berkumpul untuk sarapan bersama. Selanjutnya kami melakukan pemanasan pada pukul 07.38 agar tidak cedera saat rafting.

Pukul 09.00 sebanyak  34 orang dari kami memulai arung jeram sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk. Setelah memakai semua perlengkapan arung jeram; jaket pengaman/ pelampung dan helm, kami bersama-sama mengangkat perahu ke pinggir sungai. Sebelum benar-benar memulai rafting, kami diberi diberi materi tambahan. Kami diajarkan teknik dayung dan renang jeram terlebih dahulu. Keadaan sungai Elo pagi itu cerah, jeram yang ada tidak begitu tinggi. Kami mengarungi sungai Elo selama 3 jam hingga pukul 12.00.

Pukul 12.20 kami sampai di beskem kembali untuk makan siang bersama. Setelah istirahat, Fun Rafting 2 dilanjutkan kembali pada pukul 13.00. Sayangnya hujan turun cukup deras sejak pukul 12.30. Namun kami tetap melanjutkan fun rafting dibawah  guyuran hujan. Karena hujan turus cukup deras, debit sungai Elo naik. Jeram di sungai Elo pun sedikit lebih tinggi dari rafting pertama kami tadi pagi dan rafting kedua kami menjadi lebih menyenangkan. Karena debit air yang tinggi, tanpa waktu yang lama kami sudah sampai di hilir.

 Pukul 15.00 kami kembali ke beskem dan bersiap untuk pulang kembali ke Solo. Pukul 17.11 pulang dengan bus yang sama ketika kami pergi ke sungai Elo. Pukul 20.00 kami tiba di Kampus Kentingan UNS, Solo.

Penulis:  Debby Hasprilia (XXIII)

Editor: Gisti Respati (V.XXII.016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.