Catatan Perjalanan Gunung Rinjani 3.726 mdpl

SABTU, 8 AGUSTUS 2015

Perjalanan dimulai pada tanggal 8 Agustus 2015. Kami berkumpul di kampus UNS sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah melakukan packing ulang bersama, pukul 07.10 kami bergegas menuju Stasiun Purwosari diantar oleh teman-teman kami. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 35 menit. Pukul 07.45 kami sampai di stasiun lalu pukul 08.10 kereta kami berangkat dengan tujuan Purwosari – Banyuwangibaru. Kami tiba di sana pukul 21.15 WIB.

Sesampainya di stasiun, kami mengisi perut kami di warung makan terdekat yang jaraknya kurang lebih seratus meter. Warung ini terletak di seberang Pelabuhan Ketapang agar kami dapat melanjutkan perjalanan kami lebih mudah. Pukul 22.08 kami selesai makan lalu kami menyeberangi jalan dan pada sekitar pukul 22.12 WIB kami sampai di Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke pulau Bali. Harga tiket kapal feri yang kami naiki adalah Rp 7.500,00. Kapal kami berangkat pukul 22.28 WIB. Pada malam itu kapal cukup sepi jadi kami dapat sedikit lebih leluasa di dalam kapal tersebut.

MINGGU, 9 AGUSTUS 2015

Kami tiba di pulau Bali pukul 00.22 WITA. Setelah itu kami menuju terminal yang letaknya di sebelah pelabuhan. Sembari menunggu penumpang yang lain tiba, kami sedikit bercanda tawa bersama. Jam 01.35 WITA kami berangkat menuju Pelabuhan Padang Bai dengan membayar tiket seharga Rp 60.000,00 per orang.

Pada dini hari Minggu kami masih dalam perjalanan menuju Lombok. Pukul 05.35 kami sampai di Pelabuhan Padang Bai. Kemudian pukul 06.15 kami melaksanakan salat subuh di masjid yang ada di pelabuhan, dilanjutkan dengan sarapan mengisi tenaga pada pukul 06.35 di warung makan di samping masjid. Pukul 07.00 kami membeli tiket kapal dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, dengan harga Rp 88.000,00 per orang.

Pukul 07.40 kapal berangkat dan perjalanan di kapal memakan waktu sekitar empat setengah jam. Pukul 12.00 kami sampai di Pelabuhan Lembar, kemudian kami menyewa mobil ke Mataram menuju rumah teman kami dari TBM Universitas Al-Azhar di kota Mataram, dengan harga Rp 250.000,00 untuk satu mobil.

Pukul 13.15 kami sampai di kontrakan teman kami kemudian kami istirahat, salat, dan makan terlebih dahulu. Kami juga menumpang mandi serta mengobrol bercengkrama dengan mereka. Setelah itu kami repacking dan belanja keperluan logistik seperti roti, air minum, dan nasi bungkus untuk makan malam saat perjalanan naik nanti.

Pukul 16.00 kami berangkat dari Mataram menuju Desa Sembalun. Desa Sembalun adalah desa terakhir dari titik awal perjalanan kami untuk mendaki gunung Rinjani tepatnya di Basecamp Sembalun. Kami menyewa mobil untuk perjalanan menuju basecamp di Desa Sembalun, dengan harga Rp 550.000,00.

Sesampainya di basecamp pukul 19.20 kami melakukan perizinan dan pembayaran untuk registrasi sebelum naik. Harga tiket masuk gunung untuk empat hari per orangnya adalah Rp 22.000,00. Selanjutnya kami salat di mushola dekat basecamp dan memakan nasi bungkus yang telah kami bawa dari Mataram. Pukul 20.30 kami melanjutkan perjalanan menuju awal trek pendakian dengan menggunakan jeep dengan dikenai harga Rp 150.000,00 untuk satu jeep. Perjalanan menuju awal trek pendakian tersebut adalah sekitar setengah jam. Pukul 21.10 kami sampai di gapura, yang merupakan awal titik trek pendakian.

Trek awal dari Gapura menuju Pos 1 adalah pasir berbatu menanjak yang dikelilingi ilalang. Pukul 21.40 kami menemukan percabangan ke kiri dan ke kanan, di sana kami sedikit bingung akan melanjutkan perjalanan ke arah yang mana. Akhirnya kami memilih jalan ke kiri, namun sampai pukul 22.40, di tengah perjalanan, jalan setapak yang tadinya kami ikuti menghilang, dan juga tidak ditemukan tanda-tanda jejak kaki para pendaki lain melainkan banyak ditemukan kotoran sapi. Kami mulai curiga kami salah jalan, karena masih ditemukan sinyal kami menelepon ke basecamp Sembalun untuk bertanya arah yang benar, dan ternyata benar di persimpangan jalan yang tadi kami lalui itu harusnya belok kanan. Akhirnya kami kembali ke persimpangan, lalu melanjutkan ke jalan kanan yang benar.

Pukul 23.25 kami mulai dari persimpangan itu, trek dari situ ditemukan jembatan-jembatan kecil, terkadang trek landai namun juga kadang naik menanjak ke atas. Kami sempat istirahat beberapa kali sampai pukul 00.45 kami akhirnya sampai di Pos 1.

SENIN, 10 AGUSTUS 2015

Pukul 00.45 kami sampai di Pos 1 lalu langsung mendirikan tenda, dan pukul 01.29 kami beristirahat. Pukul 05.30 kami bangun untuk ibadah kemudian pukul 06.21 kami memasak sarapan. Pukul 07.05 kami makan dengan menu mi instan dan kornet. Setelah makan pukul 07.25 kami packing, membongkar tenda untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 2. Pukul 08.34 kami melanjutkan jalan dari Pos 1.

Perjalanan Pos 1 menuju Pos 2 treknya diawali jalan landai yang dikelilingi ilalang dan tanah kering. Tanahnya bervariasi ada turunan dan naikan. Kemudian pukul 08.44 kami sempat melewati jembatan kecil. Pukul 09.20 kami sampai di Pos 2.

Setelah berisitirahat dan mengisi tenaga sebentar, pukul 09.20 WITA kami melanjutkan perjalanan dari Pos 2 Tengengean ke Pos 3. Medan yang kami lewati sepanjang perjalanan adalah tanah sedikit menanjak yang berpasir dan dikelilingi banyak ilalang. Setelah beberapa menit berjalan, trek mulai berbatu dan juga berbukit-bukit.

Kami tiba di Pos 3 sekitar pukul 10.43 WITA setelah itu kami beristirahat di sana. Jam 11.25 WITA kami melanjutkan perjalanan. Trek yang akan kami lewati setelah ini cukup berat karena menanjak, berpasir dan dikelilingi pohon-pohon, hingga dijuluki oleh penduduk dan pendaki sekitar sebagai “bukit penyesalan”. Kurang lebih terdapat tujuh bukit yang harus kami lewati terlebih dahulu sebelum kami sampai di tempat camp. Cuaca saat itu sedang berkabut jadi pendakian kami tidak terlalu panas.

Pukul 13.20 kami istirahat makan siang dengan memasak mi instan. Setelah itu mulai lanjut perjalanan lagi pukul 14.40 WITA dan sampai di Plawangan Sembalun pukul 18.45 WITA. Lalu kami mendirikan tenda, salat, makan malam dan istirahat untuk persiapan summit attack.

SELASA, 11 AGUSTUS 2015

Jam 01.00 kami bangun untuk persiapan summit attack, membawa perbekalan secukupnya untuk dibawa ke puncak. Lalu kami memulai perjalanan sekitar pukul 02.15. Trek yang kami lewati tanah yang berpasir dan banyak kerikil sampai sebelum lereng. Pukul 05.30 kami menikmati sunrise di lereng gunung dan melaksanakan salat subuh.

Trek di lereng gunung ini cukup curam dengan sudut elevasi sekitar lima puluh derajat, dengan trek penuh batu kerikil dan pasir yang sedikit menyulitkan kami dalam perjalan naik ke puncak dikarenakan sangat licin. Kami sangat santai dan tidak terburu-buru menuju puncak, karena menunggu teman kami yang staminanya sudah mulai berkurang. Akhirnya kami sampai di puncak Gunung Rinjani pukul 13.00 WITA. Lalu kami mendokumentasikan diri kami di atas sana.

Disana kami juga sempat mengibarkan bendera Indonesia, bendera PMPA Vagus, dan bendera 7 Summits.

Pukul 15.00 kami turun dari puncak. Kami adalah pendaki terakhir yang turun dari Puncak Dewi Anjani. Trek saat menurun adalah masih sama yaitu batu-batu pasir kerikil yang cukup panjang. Kemudian pukul 15.33 kami sempat beristirahat sebentar, dan pukul 15.45 melanjutkan perjalanan.

Pukul 17.25 kami sampai di tenda di Plawangan Sembalun, lalu melanjutkan masak-masak dan makan. Beberapa dari kami ada yang mengecek jalan turun dari Plawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, agar perjalanan besok pagi dapat lebih lancar dan pasti jika sudah tahu treknya. Kemudian saat malam kami melanjutkan makan malam sambil bersantai lalu beristirahat untuk persiapan esok hari.

RABU, 12 AGUSTUS 2015

Pada hari Rabu, kami bangun pukul 06.00 untuk bersiap-siap perjalanan turun menuju Danau Segara Anak. Rencana awal kami adalah berangkat pukul 05.00, namun saat kami bangun pukul 03.00 ada badai angin yang cukup kencang sehingga kami melakukan perubahan rencana untuk keselamatan tim.

Akhirnya pukul 07.00 kami bersiap-siap memasak sarapan. Lalu pukul 07.30 kami sarapan dan baru bersiap-siap membongkar tenda dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya setelah semua siap, pukul 09.15 kami berangkat dari Pos Plawangan Sembalun ke bawah menuju Danau Segara Anak. Saat itu kondisi cuaca menuju arah Danau Segara Anak sangat berkabut, dan trek perjalanan turun adalah batu-batu besar yang cukup terjal menurun ke bawah. Sehingga saat turun kami sangat berhati-hati dan juga banyak bertemu dengan pendaki lain dan para porter, jadi sempat mengantre beberapa saat.

Di tengah perjalanan setelah trek menurun yang terjal dan berbatu kami melewati suatu jembatan pukul 11.40, kemudian jalan dilanjutkan banyak mendatar dikelilingi ilalang dan pepohonan dan sesekali menanjak. Perjalanan dari Plawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak membutuhkan waktu sekitar empat jam. Pukul 13.14 kami sampai di Danau Segara Anak, kami mengistirahatkan diri di pinggir danau sambil mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda.

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015

Kami bangun pukul 05.30 WITA untuk melaksanakan ibadah, dan lalu pukul 06.00 WITA kami bersiap-siap untuk memasak sarapan. Pagi itu kami memasak sisa logistik yang kami punya yaitu mi instan dan serundeng serta abon. Beberapa dari kami ada yang menuju sumber air untuk mengambil air minum yang dibutuhkan saat perjalanan turun.

Pukul 07.00 WITA kami memulai sarapan sambil melihat pemandangan terakhir di Danau Segara Anak sebelum pergi meninggalkannya. Kemudian pukul 07.45 WITA kami siap-siap packing untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang. Kami mengemas tenda-tenda dan sebelum pulang kami mengumpulkan sampah di sekeliling tenda kami. Dari hasil mengumpulkan sampah hari sebelumnya dan saat pagi hari terkumpul sebanyak tiga trashbag.

Selanjutnya pukul 09.30 WITA kami berfoto-foto di pinggir danau untuk dokumentasi dan berdoa bersama sebelum melanjutkan perjalanan. Saat turun kami membawa sekitar total empat botol besar 1,5 liter dan lima botol kecil 600 ml.

Perjalanan pulang dari Danau Segara Anak menuju basecamp bawah diperkirakan memakan waktu sampai tiga belas jam. Dimana trek perjalanan adalah Danau Segara Anak — Batu Ceper — Plawangan Senaru — Pos 3 — Pos 2 — Pos Extra — Pos 1 — Pintu Gerbang Senaru. Pertama untuk menuju zona Batu Ceper, kami harus berjalan mengitari Danau Segara Anak kemudian baru trek jalanan naik menuju Zona Batu Ceper. Sambil melewati pinggiran danau Segara Anak, banyak tenda-tenda para pendaki yang masih berdiri lalu kami membagikan sisa trashbag yang kami punya.

Setelah melewati pinggiran danau treknya berbatu dan menanjak serta diawali dengan melewati anak sungai kemudian jalan menanjak melewati batu-batu yang cukup terjal. Kami sempat istirahat di beberapa titik sebelum sampai di Zona Batu Ceper. Pukul 11.35 WITA kami sampai di Zona Batu Ceper, disana kami bertemu cukup banyak pendaki yang sedang beristirahat juga. Disana kami beristirahat cukup lama, sambil memakan cemilan yang ada.

Kemudian pukul 12.00 WITA kami melanjutkan perjalanan menuju Plawangan Senaru. Trek menuju Plawangan Senaru terus menanjak, kami beristirahat sebanyak dua kali di tengah-tengah perjalanan, yaitu pukul 12.25 WITA dan 13.35 WITA. Setelah beristirahat yang kedua trek semakin menanjak dengan banyak dikelilingi batu-batu dan sempat ada trek yang menggunakan tangga besi sebagai pegangannya.

Pukul 13.58 WITA kami sampai di Pos Plawangan Senaru. Disana terlihat beberapa pendaki yang mendirikan tenda. Selanjutnya dari Pos Plawangan Senaru menuju Pos 3 jalannya diawali dengan menuruni batu-batu besar kemudian sempat ada tanah datar lalu dilanjutkan dengan banyak trek yang berpasir dan sedikit batu kerikil, jarang terlihat pepohonan.

Kami turun saat siang hari sehingga cuaca cukup panas dan kami menghabiskan cukup banyak air. Padahal persediaan air minum kami saat itu sudah mulai menipis, sehingga kami harus mulai meminimalisasi air yang diminum saat istirahat. Saat perjalanan turun, kami banyak yang sedikit berlari dan menyeret saat turun.

Pukul 14.25 kami sampai di Pos Bayangan, disitu ada cukup banyak pohon dan terlihat ada pos beratap. Namun pos tersebut penuh oleh pendaki lain, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah di bawah pohon-pohon.

Setelah istirahat salat kami melanjutkan perjalanan menuju Pos berikutnya yaitu Pos 3 pukul 15.00. Trek masih turun berpasir, kemudian pukul 15.30 kami sampai di Pos 3, namun kami langsung melanjutkan perjalanan karena kami mengejar target untuk sampai di Pos 2 sore hari. Karena banyak pendaki menyebutkan di catatan perjalanan mereka untuk menghindari hutan di malam hari karena sepi dan menyeramkan. Sehingga kami segera dengan cepat melanjutkan perjalanan.

Pukul 15.45 kami sempat beristirahat terlebih dahulu, dan sol sepatu salah satu rekan kami lepas sehingga harus berganti dengan sandal gunung. Pukul 16.00 kami melanjutkan perjalanan, trek sudah mulai memasuki hutan dengan banyak pepohonan di kiri dan kanan jalan.

Pukul 17.13 kami sampai di Pos 2, disana terdapat pos seperti gazebo yang cukup luas dan lahan datar yang cukup luas juga. Di Pos 2 juga terdapat sumber mata air dari air yang menggenang. Karena persediaan air minum kami sudah tinggal sedikit, maka kami memutuskan untuk mengambil tiga botol air minum 1,5 L untuk diisi dari sumber mata air di Pos 2.

Pukul 17.30, beberapa rekan kami yang mengambil air kembali dengan membawakan botol yang sudah terisi air namun terlihat keruh. Sehingga kami mecampurkan norit sebanyak delapan butir ke dalam masing-masing botol. Fungsinya adalah untuk menetralkan serta mensterilkan kandungan racun-racun di dalam air jika ada, sehingga air tersebut jadi lebih aman untuk diminum.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan dari Pos 2 pukul 17.45 menuju Pos Extra. Treknya masih di dalam hutan dengan jalan tanah menurun dan banyak pepohonan di sekitar jalan. Pukul 18.20 kami sampai di Pos Extra, di sana terdapat panah penunjuk namun agak sedikit rancu informasinya, terlihat juga ada pohon dengan lambang ‘x’ di batangnya. Di Pos Extra kami sempat bingung akan melanjutkan kemana, namun akhirnya kami memutuskan menuju satu jalan yang dilewati oleh pendaki setelah kami.

Selanjutnya pukul 19.05 kami sampai di Pos 1, kami sempat istirahat lima belas menit lalu lanjut jalan pukul 19.15. Pukul 19.38 kami akhirnya berhasil sampai di basecamp Pos Senaru. Di basecamp terlihat ada beberapa warung, yang dipenuhi oleh banyak pendaki yang baru saja turun dan istirahat. Kemudian di Basecamp Senaru, kami bertemu dengan orang yang menawarkan pickup untuk turun sampai ke Mataram. Akhirnya kami bergabung dengan rombongan lain untuk sewa pickup sebagai transportasi kami sampai ke Mataram agar lebih murah.

Dari Basecamp Senaru kami masih harus jalan beberapa kilo lagi untuk sampai ke tempat pemukiman warga. Di sanalah tempat kami akan naik pickup untuk pulang. Pukul 20.30 kami sampai di pemukiman, lalu kami istirahat sebentar sambil menunggu pickup dan kami juga sempat meminta tanda tangan ke beberapa pendaki lain dan penjaga basecamp di sana. Sebelum kembali pulang, kami menitipkan satu kain kampanye kami di Basecamp Senaru sebagai kenang-kenangan.

Selanjutnya pukul 21.40 kami melanjutkan perjalanan pulang ke Mataram. Pukul 00.15 kami sampai di kota Mataram.


Disunting oleh: Naurah Aletha (V.XXIX.012) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.