Apa itu skizofren?

Skizofren atau “penyakit gila” merupakan penyakit gangguan cara pikir sehingga penderitanya tidak lagi melihat kenyataan dengan tepat sesuai dengan yang orang lain lihat atau rasakan, sebab pikirannya penuh dengan imajinasi sehingga tidak dapat membedakan antara bayangan pikiran dan kenyataan. Penderita akan merasa melihat sesuatu, merasa mendengar bisikan-bisikan tertentu, merasa dapat membaca pikiran orang lain atau bahkan merasa orang lain dapat membaca pikiranya, atau metasa orang lain sedang membicarakan diriya dsb. Ini terjadi karena ketidakseimbangan pada salah satu zat kimia dalam otak yang dapat dibuktikan secara klinis.

Skizofren bukan merupakan penyakit kutukan atau mistis yang selama ini tertanam di benak masyarakat, melainkan gangguan kesehatan mental seseorang yang terjadi karena berbagai macam faktor. Faktor tersebut antara lain kerawanan otak yang dialami sejak lahir yang membuat bakat potensial terjadi scizoprenia (faktor genetik/keturunan),  gangguan psikis sepanjang hidupnya, dan stressor / tekanan sosial dari lingkungan tempat tinggalnya.

Bagaimana pandangan masyarakat tentang ODS (Orang Dengan Skizofren)???

Masyarakat memvonis kalau ODS tidak bisa hidup bersosial karena dianggap mengancam keselamatan masyarakat. Intinya adalah anggapan bahwa: ODS adalah orang yang berbahaya.

Padahal :

Memang benar ODS memiliki hubungan sosial yang abnormal, misalnya tiba-tiba cemas dan depresi, kebingungan, linglung, atau bisa saja tiba-tiba mengamuk, akan tetapi kondisi ini hanya muncul pada saat kambuh saja. Ada waktu dimana dia bisa bicara dan menjawab pertanyaan kita dengan baik.

Untuk mencegah ODS melakukan tindakan yang merugikan,  masyarakat atau bahkan keluarga dari ODS melakukan pemasungan dan mengucilkan dari kehidupan sosial. Pemasungan ini bertujuan agar penderita tidak menjadi aib yang menurunkan derajat keluarganya.

Padahal :

Perlakuan seperti pemasungan dan pengucilan terhadap ODS akan memperburuk kondisi serta memperberat proses penyembuhannya. Seharusnya ODS diperlakukan selayaknya orang normal agar dia juga memiliki motivasi untuk sembuh.

 

Skizofren atau “gila” bisa ditularkan kalau terlalu sering berinteraksi dengan penderitanya.

Padahal :

Perlakuan diskriminatif pada skizofren pada hakekatnya justru menambah stressor psikososialnya, stressor inilah yang membuat keadaan penderita semakin parah dan susah untuk disembuhkan. Padahal skizofren itu merupakan penyakit tidak menular, maka dari itu perlakuan diskriminatif pada ODS harus dihentikan agar tidak memperburuk keadaan ODS.

 

Apakah skizofren atau “gila” ini bisa sembuh???

Untuk perkembangan ilmu kedokteran jiwa saat ini, skizofren masih belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. Penderita skizofren harus rutin mengonsumsi obat agar tidak terjadi kekambuhan dan dapat menjalani hidup dengan normal.

 

Lantas.. bagaimana kita menyikapi para ODS ini?? Kan mereka juga bagian masyarakat?

                        Langkah pertama adalah mengakui dan memaklumi bahwa orang ini bermasalah. Ini adalah hal yang tidak mudah dilakukan.

Langkah kedua adalah membawa ke psikiater. Oleh psikiater akan diberikan obat yang harus diminum. Orang dengan skizofren tidak selalu mau minum obat, maka tugas keluarga adalah memaksa minum obat agar gejalanya tidak kambuh lagi. Apabila benar-benar tidak dapat memaksa untuk minum obat, lebih baik dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapat penanganan yang baik. Saat dia sudah membaik dapat dipulangkan, akan tetapi harus meminum obat rutin agar tidak kambuh lagi.

Sebagai masyarakat, kita tidak boleh mendiskriminasikan atau sampai mengucilkan orang dengan skizofren. Karena orang yang skizofren membutuhkan motivasi kita untuk maju, untuk hidup normal layaknya orang biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.