Vertical Rescue adalah usaha pertolongan (evakuasi) yang dilakukan pada medan-medan vertikal.

Vertical Rescue adalah sebuah metode penyelamatan yang dilakukan pada medan vertical, baik kering ataupun basah, yaitu memindahkan korban ke tempat yang aman untuk mendapatkan tindakan selanjutnya. Medan vertical disini bukan hanya sebatas tebing dan lembah di hutan gunung tetapi juga di bangunan–bangunan  tinggi di perkotaan seperti gedung, menara, jembatan dan lain sebagainya.

Sebuah tim penyelamat yang baik harus dibekali dengan kemampuan rescue, setidaknya mereka bisa menolong anggota timnya yang mengalami kecelakaan (self rescue). Beberapa skill/kemampuan lainnya yang dibutuhkan saat melakukan vertical rescue diantaranya:

  • Menjangkau : Teknik yang dilakukan penyelamat untuk menjangkau korban/objek yang ingin diselamatkan.
  • Evakuasi : Teknik yang dilakukan untuk memindahkan korban/objek ke tempat yang lebih aman.
  • Penguasaan sistem pulley : Pulley banyak sekali digunakan pada saat melakukan Vertical Rescue, beserta dengan beberapa alat lainnya. Sistem pulley merupakan suatu instalasi yang menggabungkan pulley dan peralatan lainnya sehingga bisa digunakan untuk membantu penyelamat saat melakukan penyelamatan terhadap korban/objek yang ingin diselamatkan.

Pulley sendiri merupakan sebuah alat berupa sebuah katrol (kerekan), dan mempunyai fungsi sebagai:

1. Pembelok arah lintasan yang bergerak, yaitu untuk “Human Deviation dan Adjustable Pulley Rig.“

2. Tambatan atau tempat menggantungkan korban/ penelusur ketika melewati lintasan horizontal.

3. Membelokkan arah gaya dan untuk memaksimalkan gaya yang diciptakan.

4. Meringankan beban yang ditarik

Teknik Menjangkau Korban

Leading, adalah teknik menjangkau korban dengan cara melakukan pemanjatan rintisan dari bawah ke atas dengan memasang pengaman di sepanjang lintasan pada jarak tertentu.

Abseiling, adalah teknik menjangkau korban dari titik yang lebih tinggi ke rendah dengan cara menuruni tali.Teknik ini juga biasa disebut dengan rappelling.

Traversing, yaitu teknik menjangkau korban dengan cara bergerak menyamping, teknik ini hampir sama dengan teknik leading perbedaannya adalah pada arah gerakannya. Teknik traversing dilakukan saat posisi korban berada sejajar dengan posisi rescuer.

Teknik Evakuasi Korban

Lintasan rescue yang dibuat harus bisa menyesuaikan berbagai bentuk medan yang ada, baik pada medan vertikal, maupun horizontal. Dalam membuat lintasan rescue kita harus bisa menentukan instalasi apa yang akan kita pergunakan. Instalasi ini juga bisa berarti gerakan dasar pada sebuah lintasan vertical rescue. Pemasangan semua lintasan rescue harus selalu memperhatikan rigging yang benar dan kekuatan anchor (dipertimbangkan minimal 2x kekuatan lintasan normal), selalu ada backup baik untuk anchor maupun peralatannya, dan fall factor. Pada dasarnya ada tiga macam instalasi yang biasa digunakan, yaitu:

  1. Hauling, sebuah instalasi yang digunakan untuk menarik korban kearah tertentu, baik mendekati ataupun menjauhi hauling anchor. Instalasi ini biasanya terdiri atas serangkaian alat berupa pulley (fixe, rescue, oscilante), ascender (basic/ hand jammer), dan oval carabiner. Pulley berfungsi sebagai pembelok arah tali dan tempat bergeraknya tali, ascender berfungsi sebagai pengunci gerakan tali.

Prinsip kerjanya adalah saat tali ditarik, maka tali yang dibelokkan pada pulley akan bergerak, dan agar tali tidak bergerak berlawanan dengan arah tarikan, maka digunakan ascender sebagai pengunci.

Dalam bentuk biasa/ normal gaya (F) yang diperlukan untuk menarik korban/ beban (P) adalah F= P + fs.

Untuk menurunkan nilai F maka ada beberapa sistem yang bisa ditambahkan pada hauling, yaitu :

1. Z-rig System

Sistem ini akan menghasilkan F=1/3 P.

2. Yossemite System

Sistem ini akan menghasilkan F=1/2 P.

3. Crowter Lift System

Sistem ini akan menghasilkan F=1/3 P.

4. Piggy Back System

Sistem ini akan menghasilkan F=1/4 P.

  1. Lowering, adalah instalasi yang digunakan untuk mengulur korban kearah tertentu, dengan gerakan menjauhi maupun mendekati lowering anchor. Peralatan yang digunakan adalah descender (bobbin, auto stop, figure of eight dll). Pemilihan jenis descender tergantung dari beban yang akan diterima descender. Untuk beban yang besar pilih jenis descender dengan friksi yang lebih besar.
  1. Belaying, adalah sebuah instalasi yang digunakan untuk melakukan atau memberikan back up atau pengamanan yang berlebih. Instalasi belaying bisa bekerja dan memakai instalasi hauling maupun lowering. Perbedaannya adalah bahwa instalasi ini tidak mendapat beban langsung. Karena berfungsi sebagai back up/ cadangan, instalasi ini lebih baik menggunakan tali dinamik.

Hal yang diperlukan saat melakukan Vertical Rescue

Setiap penyelamat memerlukan peralatan individu, fungsinya untuk menjaga keselamatan penyelamat maupun untuk mempermudah tugas penyelamat. Berikut ini peralatan individu yang diperlukan seseorang dalam melakukan Vertical Rescue :

  1. Helm
  2. Safety Glasses
  3. Gloves
  4. Sepatu
  5. Pakaian
  6. Harness
  7. Peluit
  8. Rescue Rope
  9. Self rescue equipment ascending dan descending
  10. Kotak Pertolongan Pertama (P3K)

Selain peralatan individu, terdapat pula jenis peralatan yang digunakan saat proses evakuasi / Vertical Rescue. Alat–alat tersebut adalah :

  1. Harness, berfungsi sebagai dudukan/tambatan tubuh, atau alat yang digunakan sebagai pendukung keselamatan saat bekerja/beraktifitas di ketinggian.
  2. Carabiner, adalah metal pengunci yang berfungsi sebagai penghubung antar peralatan. Bentuknya oval, delta, atau modified delta, mempunyai per pembuka yang terpasang pada bagian memanjang. Yang direkomendasikan untuk Vertical Rescue adalah Carabiner Screw G
  3. Mallion Rapide, disebut juga Quicklinks atau Screwlinks. Ukuran dan bentuk ada beberapa macam (oval, delta, dan halfmoon), rate strange mencapai 6000 kg. Mallions diproduksi dari bahan steel dan alloy khusus, cocok untuk berbagai teknik. Delta Mallion menguntungkan digunakan beban dari tiga arah, seperti sebagai gantungan tandu.
  4. Ascender, adalah alat bantu yang digunakan untuk meniti medan vertikal/kemiringan dan tali digunakan sebagai jalur.Sistem kerja alat ini mencengkram pada tali saat terbebani, sehingga dapat menahan beban, dan bergerak saat didorong ke atas tanpa terbebani. Kekuatannya terletak pada gerigi yang menahan cengkraman saat kontak dengan tali.
  5. Pulley, biasa juga disebut katrol. Alat ini didesain untuk mengurangi friksi tali atau pengganti arah kerja tali. Beberapa jenis Pulley dibuat khusus untuk pekerjaan di bidang vertikal/ketinggian.
  • Peralatan Tambahan

Peralatan tambahan disini merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu/memudahkan kegiatan Rigging (Lintasan Untuk Vertical Rescue), diantaranya:

a. Rigger plate, berfungsi sebagai plat konektor/penghubung dari Anchor Point ke lintasan, karena dalam beberapa kasus dibutuhkan beberapa lintasan dalam satu (1) Anchor Point Fix.

b. Swivel, merupakan peralatan tambahan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya puntiran pada tali.

c. Stretcher, tandu yang digunakan dalam Vertical Rescue.

d. Rope Protector, memberi perlindungan pada tali dari gesekan benda tajam, seperti gesekan tali dengan sudut tebing, dinding, dll. Beberapa jenis rope protector dibuat untuk penggunaan pada lingkungan/kondisi yang berbeda

  • Sistem Pulley

Sistem Pulley merupakan sistem yang sangat penting dan perlu dikuasi oleh seorang rescuer dalam Teknik Vertical Rescue. Sistem Pulley kerap digunakan dalam Vertical Rescue dengan tujuan untuk proses penyelamatan korban ke titik yang lebih aman. Sistem Pulley ini digunakan dalam semua Teknik penyelamatan seperti hauling system, lowering system, atau pun suspention system.

Pulley sendiri atau biasa kita sebut dengan katrol yakni roda dengan alur disepanjang sisinya untuk menempatkan tali. Pulley juga dipakai untuk mengurangi friksi pada tali juga dipakai untuk mengubah arah kerja tali sehingga proses pemindahan beban menjadi lebih ringan.

  1. System A


Sistem ini merupakan system yang palin sederhana, mempunyai ratio 1:1. Dalam artian, setiap tarikan sepanjang 1 meter akan mengangkat beban setinggi 1 meter juga. Sistem A ini merupakan sitem pulley yang digunakan untuk mengubah arah gaya tarik saja. Sistem ini biasa disebut juga pulley pengarah (rederect). Sistem ini biasa diapaki untuk eban yang tidak terlalu berat dibidang yang tidak terlalu miring atau jikalau banyak terdapat tenaga penarik.

  • System Z


Sistem ini merupakan system yang sering dipakai dalam vertical rescue dan dipakai dalam medan yang tidak teralalu terjal maupun dimedan curam. SIstem ini memberikan keuntungan mekanik dengan rasio 3:1, artinya setiap tarikan sepanjang 3 meter akan mengangkat beban setinggi 1 meter. Pada system ini terdapat pulley yang ergerak maka sehabis menarik dengan jarak tertentu anda harus selalu mereset pulley tersebut ke posisi semula.

  • System M

Sistem ini dipakai apabila instalasi Z system (3.1) tidak mempunyai daya tarik yang cukup dalam proses evakuasi. M system mempunyai rasio 5:1 artinya untuk mengangkat beban setinggi 1 meter, kita harus menarik tali sepanjang 5 meter. Secara keseluruhan dalam instalasi system pulley, penggunaan prusik bisa diganti dengan alat Ascender menyerupai Jumar atau yang lain sesuai kebutuhan dalam system.

Referensi:

Suryono, T.(2013). Modul Diklat Spelologi “Vertical Rescue Dasar.” Acintyacunyata Spelological Club (ASC).

Teknik Teknik Dasar Dalam Melakukan Vertical Rescue. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://taganapijay.blogspot.com/2019/09/teknik-teknik-dasar-dalam-melakukan.html

VERTICAL RESCUE. (2021). Retrieved 1 April 2021, from https://gopalavalentarafhuns.wordpress.com/2016/12/07/vertical-rescue/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.