Rappelling secara aplikatif didefinisikan sebagai suatu cara turun dari ketinggian tertentu yang terkontrol menggunakan tali (carmantel).
Terdapat sejumlah teknik rappelling yang sering digunakan oleh rappeller, teknik ini disesuaikan dengan medan yang akan dituruni ataupun ketersediaan alat rappelling.
- Hasty Rappel (Arms Rappel)
- Body Rappel
- Seat-Hip Reppel
- Figure-Eight Descender Reppell
Sedangkan panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45o dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
PERALATAN
- Carmantel
- Carabiner
- Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman)
- Carabiner Non Screw Gate/ Snap (tanpa kunci pengaman)
- Webbing
- Sling
- Harness
- Helm
- Sepatu
- Descender
- Figure of Eight
- Rack
- Ascender
- Hand Ascender (Jumar)
- Chest Ascender
- Belay Device
- Manual
- Otomatis
- Pulley
- Bubuk magnesium & chalk bag
- Anchor
- Piton
- Hanger
- Cam atau Friends
- Chock