Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh trauma atau penyakit.
Perdarahan ini terbagi menjadi empat kelas oleh American College of Surgeons, Advanced Trauma Life Support (ATLS):
- Kelas I Pendarahan melibatkan sampai 15% dari volume darah.
- Kelas II Pendarahan melibatkan 15-30% dari total volume darah.
- Kelas III Pendarahan melibatkan hilangnya 30-40% dari volume darah yang bersirkulasi.
- Kelas IV Perdarahan melibatkan kehilangan> 40% dari volume darah yang bersirkulasi.
Berdasarkan sumber perdarahan
- Perdarahan Nadi (Arteri)
- Perdarahan Balik (Vena)
- Perdarahan Kapiler
Berdasarkan jenis-jenis perdarahan
- Perdarahan Luar (External Bleeding)
- Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Syok merupakan hipoperfusi sistemik yang disebabkan oleh penurunan baik curah jantung maupun volume darah yang beredar secara efektif, kemudian akan muncul hipotensi diikuti dengan gangguan perfusi jaringan serta hipoksia sel (Robbins. 2007).
Penyebab :
- Kegagalan jantung memompa darah
- Kehilangan darah dalam jumlah besar
- Pelebaran (dilatasi) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan baik
- Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare
Pengenalan tanda awal:
- Pernapasan : cepat dan dangkal
- Nadi : cepat (> 100) dan lemah, kadang tidak teraba
- Kulit : pucat, dingin dan lembab
- Wajah : pucat, sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga
- Mata : pandangan hampa, pupil melebar
- Kesadaran : gelisah s/d koma
- Memanjangnya waktu pengisian kapiler (capilary refill test > 2 detik)
Jenis-jenis syok
- Syok Hipovolemik:
- Syok hipovolemik karena dehidrasi
- Syok hipovolemik karena perdarahan